Indonesia Sarang Para Ilmuwan Muda Dunia

3 09 2008

”Seperti halnya satu permainan papan di mana kotak yang berisi aturan main hilang sejak lama, tidak ada seorang pun yang tahu persis bagaimana bisa memenangi (hadiah) Nobel.” (Hal Cohen, ”The Scientist”, 28/10/2002)

Agustus kini diperkaya dengan pelbagai event ilmiah. Ada Asian Science Camp di Bali dan LIPI Expo, serta Ritech Expo, dua-duanya di Jakarta. Ini membesarkan hati. Kita mengenang dan merayakan bulan kemerdekaan tidak semata dari sisi sejarah, tetapi juga dari sisi sains dan teknologi. Itulah dimensi yang seyogianya mewarnai perjalanan sejarah kebangsaan Indonesia.

Sekadar tambahan, Rabu (6/8) ini di LIPI juga berlangsung Temu Ilmiah Peneliti Muda Indonesia, ajang yang tidak kalah penting untuk mengenal sosok peneliti muda Indonesia yang telah menorehkan prestasi, baik di lingkup nasional maupun internasional.

Jadi, meski anggaran riset nasional masih di bawah 0,1 persen, peneliti Indonesia masih tetap bisa berprestasi dan berkontribusi bagi pengembangan sains nasional. Tentu menarik untuk diketahui, apa yang mendorong para ilmuwan muda tersebut setia pada sains, bidang yang di satu sisi semakin dinilai penting bagi upaya peningkatan kemakmuran dan kejayaan satu bangsa, tetapi pada sisi lain masih dipandang nonprioritas.

Sosok ilmuwan

Amy, mahasiswi berusia 20-an tahun, pernah bertanya dalam salah satu forum online mengenai karakteristik pribadi yang harus dikembangkan bila seseorang ingin menjadi ilmuwan yang baik. Jawaban pun muncul dari berbagai penjuru.

Seorang guru besar mencoba memberi jawaban dengan mengangkat ”SCIENCE” sebagai akronim. ”S” melambangkan bidang studi yang dihayati dengan serius. ”C” adalah curiosity dan kemauan untuk memperbaiki pendapat manakala muncul fakta yang bertentangan dengan pandangan yang kita yakini. ”I” adalah intelligence karena pengetahuan yang dituntut oleh sains sangat tinggi. ”E” adalah enthusiasm agar siapa pun yang ingin menjadi ilmuwan kuat manakala menemui kekecewaan. ”N” melukiskan never-ending attention to detail yang akan membuat riset calon ilmuwan bisa bertahan dari ujian rekan sejawat. ”C” adalah commitment terhadap hidup pribadi dan profesional yang jujur dan bertanggung jawab. Terakhir, ”E” untuk enduring respect dan apresiasi terhadap karya ilmuwan terdahulu yang telah membuka jalan bagi pekerjaan kita.

Komentar lain masih banyak, tetapi umumnya menyebut ”rasa ingin tahu”, ”ulet”, ”mengandalkan data”, dan ”punya kemampuan analisis data” sebagai sifat-sifat penting lain.

Karena dipenuhi dengan proses yang sering tidak jelas ujungnya, tak jarang peneliti dilanda keletihan mental kalau bukan frustrasi. Kadang hanya keyakinan kepada diri sendiri dan keyakinan bahwa pengetahuan yang sedang diteliti akan bernilai bagi orang banyaklah yang membuat peneliti bisa terus bertahan.

Ada pula penelitian di bidang psikologi, juga ilmu sosial, yang coba mengungkap sifat-sifat yang bisa mendorong seseorang untuk menerjuni dan unggul di bidang ilmiah. Namun, secara umum dipercayai bahwa anak yang tumbuh di lingkungan yang di sekelilingnya dipenuhi oleh orangtua dan orang-orang yang berpendidikan menyukai pemikiran, penuh rasa ingin tahu, dan senang memberi dorongan kepada anak untuk mengembangkan rasa ingin tahunya mempunyai peluang lebih baik untuk menjadi seorang ilmuwan dibandingkan dengan anak lain yang tidak memiliki hal-hal di atas.

Akhirnya, peneliti dari Argonne National Laboratory, Ali Khounsary, mengatakan bahwa—meski tidak ada jaminan— kombinasi orangtua yang tercerahkan dan penuh dedikasi, serta lingkungan rumah, sekolah, dan guru, role model, serta teman, bisa mendorong seorang anak untuk belajar dan menjelajahi dunia dan mungkin memilih karier di bidang sains (www.newton.dep.anl.gov).

Dalam Temu Ilmiah Peneliti Muda di LIPI, atau pertemuan siswa SMA dengan peneliti dunia dan pemenang Nobel, diharapkan muncul pula penjelasan mengenai hal-hal yang terkait dengan karakter untuk menjadi ilmuwan.

Menuju Nobel?

Penggagas Asian Science Camp Prof Yohanes Surya acap mengaitkan program Olimpiade Fisika atau acara di Bali sebagai jalur untuk menuju Hadiah Nobel. Dengan program itu, sepertinya hadiah Nobel menjadi one step closer. Sebagai sarana untuk memotivasi tentu saja tidak ada kelirunya.

Namun, selanjutnya, program pengembangan ilmuwan masih perlu dilengkapi dengan segi-segi yang lain. Misalnya saja, kita juga perlu menanamkan daya imajinasi calon ilmuwan? Juga daya konsentrasinya—hal yang semakin relevan ketika distraksi dalam wujud hiburan dan godaan duniawi semakin kuat— serta integritasnya mengingat di tengah masyarakat juga cenderung tumbuh budaya ”jalan pintas” dan ”sukses instan”.

Berikutnya, terlalu berorientasi pada Nobel boleh jadi juga membatasi keleluasaan minat dan imajinasi. Memang setelah pemberian hadiah ke-107 tahun lalu, Nobel tetap diakui sebagai prestise prestasi ilmiah. Namun, di kalangan ilmiah juga muncul kemasygulan bahwa hadiah tersebut terbatas dalam jumlah dan bidangnya, seperti dikemukakan oleh Harriet Zuckerman, penulis buku Scientific Elite yang mengupas hadiah Nobel, para pemenangnya, dan penciptaan kelas yang dimunculkannya pada sains abad ke-20.

Dengan hanya diberikan untuk bidang fisika, kimia, dan kedokteran—di luar perdamaian dan ekonomi—Nobel memang masih menyisakan banyak bidang sains lain, seperti sains kelautan, matematika, dan astronomi. Untuk Indonesia, ketiga bidang terakhir termasuk penting dan sebagian telah menjadi tradisi. Kita juga membutuhkan ilmuwan di bidang-bidang yang berkaitan dengan lingkungan alam kita, seperti vulkanologi dan geologi serta geofisika dan meteorologi.

Dari sisi upaya untuk mencapai apa yang sering disebut sebagai ”stratosfer sains eksklusif” ini, yang dibutuhkan bukan hanya riset super unggul. Ini karena tidak seorang pun tahu secara pasti, bagaimana sebenarnya memenangi hadiah Nobel.

Justru oleh kenyataan itu, yang sebenarnya perlu ditanamkan adalah karakter untuk menjadi ilmuwan sejati dan bukan untuk menjadi pemenang Nobel. Namun, diakui bahwa inisiatif seperti dilakukan oleh Prof Yohanes Surya maupun oleh LIPI melalui Temu Ilmuwan Muda berperan dalam penciptaan massa kritis bagi bergulirnya tradisi ilmiah yang baik untuk penyemaian ilmuwan muda.




Gurun Sahara Dahulu Berupa Danau Karena Ditemukan Banyak Fosil Hewan Air dan Peradaban Manusia Pinggir Danau

3 09 2008

Seorang perempuan bertubuh kecil dan dua anak dibaringkan di hamparan bunga saat meninggal 5.000 tahun lalu di lokasi yang saat ini menjadi Gurun Sahara nan tandus. Lengan kecil anak-anak itu masih menggandeng sang perempuan dalam pelukan abadi saat para peneliti menemukan tulang-belulang mereka di makam yang menjadi bukti adanya dua peradaban yang pernah ada di sana saat wilayah tersebut masih hijau.

Paul Sereno dari Universitas Chicago dan rekan-rekannya sedang mencari fosil dinosaurus di Niger, Afrika, saat mereka menemukan makam itu. “Bagian dari penemuan adalah mendapatkan hal-hal yang tidak pernah Anda duga,” katanya.

Sekitar 200 makam manusia ditemukan selama penggalian di lokasi tersebut, pada 2005 hingga 2006. Didapatkan juga tulang-belulang hewan, ikan besar, dan buaya. “Ke manapun Anda menengok, Anda akan mendapatkan tulang-tulang hewan yang tidak hidup di gurun,” ujar Sereno. “Kita sedang berada di tempat yang dahulu hijau.”

Kuburan itu tersibak oleh angin gurun yang panas. Lokasinya diduga merupakan bekas danau yang dahulu dihuni orang. Ia berada di wilayah yang disebut Gobero, tersembunyi di Gurun Tenere yang ganas, yang oleh bangsa pengembara Tuareg disebut sebagai “gurun di dalam gurun”.

Sisa-sisa manusia itu berasal dari dua populasi berbeda yang hidup di sana saat musim basah. Para peneliti menggunakan penanggalan radio karbon untuk menentukan kapan orang-orang itu hidup di sana. Mereka mendapati, tulang termuda usianya sekitar 1.000 tahun sebelum pembangunan piramid di Mesir.

Adapun kelompok pertama yang tinggal di sana disebut bangsa Kiffian. Mereka berburu hewan dan ikan menggunakan tombak. Mereka hidup saat Sahara berada dalam kondisi paling basah, antara 10.000 dan 8.000 tahun lalu. Dikatakan para peneliti, warga Kiffian berpostur tinggi, kadang lebih dari 1,8 meter.

Kelompok kedua adalah orang Tenerian yang hidup di wilayah itu antara 7.000 dan 4.500 tahun lalu. Mereka lebih kecil dan hidup dengan berburu, mencari ikan, dan memelihara ternak.

Makam-makam mereka sering kali berisi perhiasan atau benda-benda ritual. Jenazah seorang gadis misalnya, berhias gelang yang diukir dari gigi kuda nil. Sementara seorang pria Tenerian dewasa dimakamkan dengan kepala di atas bejana tanah lempung, dan pria lain menggunakan tempurung kura-kura sebagai bantal.

Sisa-sisa serbuk sari menunjukkan, perempuan dan dua anak itu dimakamkan di atas hamparan bunga. “Pada awalnya sulit membayangkan dua kelompok yang berbeda memakamkan warganya di tempat yang sama,” ujar anggota tim Chris Stojanowski, seorang bioarkeolog dari Universitas Negeri Arizona.

Stojanowski mengatakan, tulang paha orang-orang Kiffian menunjukkan mereka memiliki otot kaki yang kuat, yang memunculkan dugaan mereka makan banyak protein dan memiliki gaya hidup aktif. “Mereka sepertinya sangat sehat. Sangat sulit tumbuh sebesar itu dengan otot kuat tanpa nutrisi yang baik,” paparnya.

Di lain pihak, tulang pria Tenerian menunjukkan mereka kurang tegap dan mungkin hanya memburu ikan dan hewan yang lebih kecil dengan peralatan berburu yang lebih maju, ungkap Stojanowski.

Helene Jousse, seorang arkeolog dari Museum Sejarah Alam di Wina, Austria, melaporkan bahwa tulang hewan yang dijumpai di sana sejenis dengan tulang hewan-hewan yang saat ini hidup di Serengeti, Kenya, seperti gajah, jerapah, dan babi liar.




Mari Mengubah Dunia Dengan Media Online dan Blog

3 09 2008

Media online atau website memiliki masa depan yang baik karena dengan demikian pelakunya akan mampu mengubah dunia.

“Lewat media online, kita akan memberi makna bagi perubahan dunia. Seperti apa dunia 10 tahun ke depan, kita bisa berperan,” kata Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Dr Ahmad Mukhlis Yusuf dalam dialog peran media online di Surabaya, Rabu malam.

Pada dialog dalam rangka kegiatan pelatihan “Indonesia-Australia Specialised Training Project” (IASTP) itu, Mukhlis mengatakan bahwa lewat media online seseorang akan ikut membantu memperbaiki dunia.

“Lewat pelatihan semacam ini, kita memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi pelaku dalam penyebaran informasi, bukan hanya sebagai obyek,” kata ahli manajemen yang akrab dipanggil dengan sebutan Emye itu.

Selain itu, katanya, dari sisi bisnis, media online juga memiliki masa depan yang lebih bagus. Sesuai hasil penelitian, penyerapan iklan untuk media online terus bertambah dibandingkan media lainnya.

“Ada data bahwa pembagian kue iklan untuk televisi mencapai sekitar 70 persen, 25 persen untuk media lain dan dua persen untuk media online,” katanya.

Namun, katanya, sekarang ada perkembangan baru. Mengutip hasil penelitian, ia menyebutkan bahwa kue iklan untuk televisi mengecil, koran naik namun mengarah ke yang khusus, radio stabil dan online meningkat.

“Ada penelitian yang menyebutkan bahwa pertumbuhan rata-rata kue iklan untuk media onlie mencapai 300 persen. Tentunya ini mempersyaratkan media online yang berbeda dan memiliki konsep yang jelas,” katanya.

Ia mengingatkan, sebuah media harus mempertahankan kredibilitas sebagai harga mati atau tidak bisa ditawar. Kredibilitas itu akan mengundang rezeki, khususnya bagi pelaku bisnis media.

Pada kesempatan itu ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kebutuhan konsumen dalam mengendalikan sebuah media online




Plastik Ramah Lingkungan Dari Limbah Minyak Kelapa Sawit Ditemukan Oleh Peneliti Universitas Sumatera Utara

3 09 2008

Peneliti Universitas Sumatera Utara, Basuki Wirjosentono, mengenalkan plastik ramah lingkungan berbahan hasil samping minyak sawit mentah. Plastik yang selama ini beredar masih memakai senyawa yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Hasil samping sawit terbukti aman.

”Hasil samping berupa gliserol digunakan sebagai pelunak plastik. Bahannya banyak terdapat di sekitar kita. Pemanfaatan hasil samping minyak sawit ini sekaligus bisa meningkatkan nilai jualnya,” kata Basuki Wirjosentono di Kampus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU, Medan, Jumat (22/8).

Gliserol menjadi bahan pengganti dioktil ptalat atau dalam istilah kimia dikenal dengan DOP. Selama ini DOP bereaksi cepat dan murah harganya. Sayangnya, zat kimia ini bersifat racun yang menyebabkan kanker. Adapun gliserol lebih aman bagi kesehatan dan tidak mengandung racun.

Dalam penelitiannya, Basuki mengubah gliserol menjadi poligliserol agar zat ini menjadi lebih kental. Selanjutnya, dia mengubahnya lagi menjadi poligliserol asetat agar senyawa ini bisa bercampur baik dengan plastik. Dia melakukan penelitian ini dari lima tahun lalu.

Untuk saat ini hasil penelitiannya belum dimanfaatkan secara komersial. Di sejumlah forum internasional, Basuki sudah mengenalkannya. Produksi alat pelunak plastik ini masih dalam skala laboratorium dalam jumlah liter.

Di kesempatan yang sama, Basuki prihatin dengan banyaknya kandungan zat kimia berbahaya yang terdapat dalam plastik pembungkus makanan. Salah satunya pada plastik kemasan untuk air mineral. Selama ini masyarakat tidak banyak tahu bahwa kemasan plastik di air mineral terkandung lebih dari lima senyawa kimia.

Senyawa itu, apabila salah perlakuan, bisa membahayakan kesehatan masyarakat sebagai pemicu kanker. Dia telah menguji sejumlah merek minuman mineral dalam kemasan (tanpa bersedia menyebut merek—Red) belakangan ini. Pengujian dia lakukan dengan memanaskan air kemasan dalam plastik itu pada suhu 100 derajat Celsius.

”Hasilnya, air rebusan terbukti mengandung fenol 200 ppm (bagian per sejuta). Padahal, Departemen Kesehatan hanya mengizinkan kandungan fenol 2 ppm saja,” katanya. Fenol merupakan zat kimia yang bersifat racun dan memicu terjadinya kanker pada manusia. Lantaran itu, perlu adanya perlakuan yang benar dengan tidak meletakkannya pada suhu tinggi. Kenyataannya, masyarakat masih memakai plastik untuk mengisi air panas atau meletakkan air mineral dalam kemasan pada suhu tinggi.

Peneliti Universitas Negeri Medan (Unimed), Eddiyanto, mengatakan, salah satu cara untuk menghindari dampak zat itu adalah dengan reaksi kimia. Fenol, katanya, bisa diikat dengan zat lain sehingga tidak bisa menyebar ke air dalam kemasan. Namun, ini kembali pada niat baik produsen air kemasan sehingga konsumen aman mengonsumsinya. Pemanfaatan zat yang ramah lingkungan untuk plastik masih sedikit karena pertimbangan ekonomi.




Sapi Memiliki Kompas Di Otaknya Untuk Menentukan Arah

3 09 2008

Manusia sering tersesat karena tak bisa membedakan arah mata angin. Itu karena otak manusia tak memiliki alat penunjuk arah, berbeda dengan sapi yang tampaknya memiliki kompas “built in” dalam tubuhnya. Penelitian dengan menggunakan foto satelit Google Earth membuktikan bahwa binatang itu cenderung menghadap ke Kutub Utara atau Kutub Selatan.

Pemantauan terhadap 308 kawanan ternak itu menunjukkan bahwa umumnya sapi merumput atau beristirahat dengan posisi badan menghadap arah utara-selatan. Penelitian tim ilmuwan Jerman dan Cek itu dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, kemarin.

“Orientasi tersebut memperkuat dugaan bahwa sapi memiliki respons terhadap medan magnetik bumi, sama seperti burung migran, penyu laut, dan kupu-kupu Monarch,” kata Hynek Burda, ahli biologi dari University of Duisburg-Essen, Jerman. Tapi, selama 10.000 tahun manusia mendomestikasi sapi, orientasi geomagnetik itu tak pernah disadari.

Para penggembala sebenarnya juga tahu bahwa ternak dalam sebuah kawanan cenderung berbaris dengan arah yang sama. Sebelumnya, para ilmuwan menduga perilaku itu terjadi karena binatang tersebut tengah berjemur mencari kehangatan sinar matahari atau sengaja bergerombol agar tetap hangat.

Untuk memastikannya, Burda dan timnya menggunakan satelit untuk mengambil gambar kawanan ternak di enam benua, mengidentifikasi 8.510 sapi pedaging dan sapi perah. Ketika dicocokkan dengan kompas, orientasi binatang itu bisa dibilang seragam, menghadap ke kutub utara atau selatan geografis dengan variasi plus minus lima derajat. Lima observasi terhadap ratusan kawasan rusa dan jejaknya di salju juga memperlihatkan kecenderungan yang serupa.

Analisis lebih lanjut terhadap kawanan sapi itu menunjukkan bahwa pada lokasi dengan sudut antara kutub magnetik dan geografis paling berbeda, yaitu pada garis lintang ekstrem dan di daerah dengan kondisi geologis tertentu, sapi berbaris mengikuti kutub magnetik dan menjauh dari kutub geografis.

“Ini fenomena yang membangkitkan rasa penasaran,” kata Wolfgang Wiltschko, peneliti dari Johann Wolfgang Goethe University di Frankfurt. “Tidak jelas apakah hal ini berkaitan dengan orientasi dan navigasi.”

Penemuan ini jelas memerlukan penelitian lebih lanjut karena Burda sama sekali tak tahu mengapa sapi memerlukan kompas internal. “Mereka binatang yang aslinya hidup dalam hutan lebat atau padang rumput tanpa petunjuk arah,” tutur Burda.




Peneliti ITS Temukan Bio Etanol Pengganti Minyak Tanah Yang Dapat Dibuat Sendiri Dirumah Dan Lebih Hemat

3 09 2008

Peneliti ITS Surabaya menemukan bio-ethanol dari singkong, atau bahan berkarbohidrat tinggi lainnya untuk menggantikan minyak tanah.

“Bio-ethanol itu sangat hemat, karena satu liter minyak bio-ethanol setara dengan sembilan liter minyak tanah biasa”, kata peneliti bio-ethanol, Ir Sri Nurhatika MP di Surabaya, Kamis.

Didampingi Pembantu Rektor (PR) IV ITS Surabaya, Prof Ir Eko Budi Djatmiko, ia mengatakan, harga satu liter bio-ethanol Rp10.000, sedang sembilan liter minyak tanah berkisar Rp27.000 dengan asumsi harga Rp3.000/liter.

“Tidak hanya itu, bio-ethanol juga dapat dibuat sendiri oleh masyarakat, karena bahan pembuatan ethanol dapat ditemukan di pasar dan cara pembuatannya pun mudah”, katanya mengungkapkan.

Menurut dia, ethanol dapat dibuat dari bahan yang mengandung karbohidrat, diantaranya ubi kayu, walur, kelapa sawit, tetes tebu, kacang koro, limbah tahu, limbah sampah, dan sebagainya.

“Bahan paling ideal adalah ubi kayu yang di Jawa dikenal dengan sebutan singkong gendruwo, karena tingkat karbohidrat-nya cukup tinggi. Singkong gendruwo juga mengandung pati (racun) yang tak layak dikonsumsi,” katanya menambahkan.

Cara pembuatannya, kata dosen senior Biologi ITS Surabaya itu, singkong gendruwo itu ditumbuk halus, kemudian dimasak dengan panci sampai menjadi bubur.

“Hasilnya diberi ragi (proses fermentasi) dan didiamkan selama 4-5 hari sampai keluar ethanol-nya dengan kadar 90 persen. Kami menyebutnya dengan minyak tanah BE.40″, katanya.

Namun, kadar ethanol 90 persen itu belum cukup untuk berfungsi seperti minyak tanah, sebab kadar ethanol yang dibutuhkan adalah 95 persen. Karena itu, perlu ditingkatkan.

“Kalau kadar ethanol-nya di bawah 95 persen masih mengandung Pb (timbal), sedangkan bahan bakar harus bebas dari Pb, sebab kalau ada Pb-nya bisa meledak”, katanya menegaskan.

Untuk menaikkan kadar ethanol itu, katanya, perlu ditambahkan batu kapur (gamping), sehingga ethanol-nya menjadi “bersih” dari Pb.

Selain itu, kompor minyak tanah bio-ethanol itu juga tidak bersumbu, sehingga dirinya bekerja sama dengan peneliti Teknik Mesin ITS Surabaya untuk membuat desain kompor bio-ethanol.

“Hasil desain Teknik Mesin ITS itu akhirnya kami kerjasamakan dengan Koperasi Manunggal Sejahtera Yogyakarta, untuk memproduksi kompor tanpa sumbu yang harganya Rp40.000″, katanya.

Oleh karena itu, minyak tanah bio-ethanol tidak hanya ekonomis, tapi juga terbukti tanpa jelaga.

“Mungkin pemanasan minyak bio-ethanol yang agak lama. Misalnya, untuk memasak mie, kompor minyak tanah biasa hanya membutuhkan waktu 10 menit, sedangkan kompor bio-ethanol 2-3 menit lebih lama”, katanya.




Penderita AIDS Rentan Terkena Penyakit Kulit

3 09 2008

Penderita penyakit AIDS sangat rentan terkena penyakit kulit, selain karena kekebalan tubuh yang sudah jauh menurun, faktor lingkungan kurang bersih juga dapat menjadi penyebabnya.

“Tercatat ada sekitar 50 orang penderita AIDS di RS Adam Malik Medan yang mengalami penyakit kelainan kulit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Umar Zein di Medan, Selasa.

Ia mengatakan, di Medan penyakit kulit termasuk 10 besar ragam penyakit yang diderita masyarakat, karena itu tidak heran jika semakin banyak pula klinik penyakit kulit dengan penanganan yang profesional hadir ditengah masyarakat.

Meski demikian saat ini banyak juga muncul klinik penyakit kulit yang ditangani pihak-pihak yang sebenarnya tidak berkompeten.

“Jadi dengan hadirnya klinik-klinik yang dikelola tenaga profesional dibidangnya, maka masyarakat akan terlayani dengan baik. Dengan demikian derajat kesehatan masyarakat juga akan meningkat,” katanya.

Ia juga mengharapkan peranan dokter spesialis kulit untuk memberikan informasi baik berupa preventif maupun promotif tentang penanganan ragam penyakit kulit, sehingga masyarakat bisa tepat sasaran jika menderita penyakit kulit untuk datang konsultasi atau berobat.

Selama ini banyak orang yang menderita penyakit kulit datang berobat ke bidan atau dokter umum, sehingga diagnosa dan penyembuhannya tidak tepat dan lama, untuk itu peranan dokter untuk sosialisasi harus lebih gencar lagi,” katanya.




Foto-Foto Luar Biasa Yang Mungkin Anda Belum Pernah Melihatnya

3 09 2008

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before
Stringray Migration

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK
The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before
The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK
The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK

The Unbelievable Pictures You May Have Never Seen Before

Jchip8 - check the link for more.
CREDIT LINK




Jenis Kejahatan Internet

3 09 2008

Berikut sejumlah jenis kejahatan via internet

CARDING
Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah Carder. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya.

Menurut riset Clear Commerce Inc, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas – AS , Indonesia memiliki carder terbanyak kedua di dunia setelah Ukrania.

Sebanyak 20 persen transaksi melalui internet dari Indonesia adalah hasil carding.

Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir IP atau internet protocol (alamat komputer internet) asal Indonesia. Kalau kita belanja online, formulir pembelian online shop tidak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya konsumen Indonesia tidak diperbolehkan belanja di situs itu.

Menurut pengamatan ICT Watch, lembaga yang mengamati dunia internet di Indonesia, para carder kini beroperasi semakin jauh, dengan melakukan penipuan melalui ruang-ruang chatting di mIRC. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan.

HACKING
Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanan (security)-nya. Hacker memiliki wajah ganda; ada hacker sejati yang umumnya benar-benar pintar dan ada yang pencoleng yang kebanyakan bodoh.

Hacker sejati bertujuan hanya untuk memberi tahu kepada programer yang komputernya diterobos, akan adanya kelemahan-kelemahan pada program yang dibuat, sehingga bisa “bocor”, agar segera diperbaiki dan dibuat update. Sedangkan, hacker pencoleng, menerobos program orang lain untuk berdasarkan berita yang telah diumumkan oleh hacker sejati dan kemudian mencari komputer yang belum sempat diupdate untuk merusak dan mencuri datanya.

CRACKING
Cracking adalah hacking untuk tujuan jahat. Sebutan untuk cracker adalah hacker bertopi hitam (black hat hacker). Berbeda dengan carder yang hanya mengintip kartu kredit, cracker mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri.

Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, hacker lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan cracker lebih fokus untuk menikmati hasilnya.

Pekan lalu, FBI bekerja sama dengan polisi Belanda dan polisi Australia menangkap seorang cracker remaja yang telah menerobos 50 ribu komputer dan mengintip 1,3 juta rekening berbagai bank di dunia. Dengan aksinya, cracker bernama Owen Thor Walker itu telah meraup uang sebanyak Rp1,8 triliun. Cracker 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA itu tertangkap setelah aktivitas kriminalnya di dunia maya diselidiki sejak 2006.

DEFACING
Defacing adalah kegiatan mengubah halaman situs/website pihak lain, seperti yang terjadi pada situs Menkominfo dan Partai Golkar, BI baru-baru ini dan situs KPU saat pemilu 2004 lalu. Tindakan deface ada yang semata-mata iseng, unjuk kebolehan, pamer kemampuan membuat program, tapi ada juga yang jahat, untuk mencuri data dan dijual kepada pihak lain.

PHISING
Phising adalah kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital yang telah dikirim akhirnya akan menjadi milik penjahat tersebut dan digunakan untuk belanja dengan kartu kredit atau uang rekening milik korbannya.

SPAMMING
Spamming adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga sebagai bulk email atau junk e-mail alias “sampah”. Meski demikian, banyak yang terkena dan menjadi korbannya. Yang paling banyak adalah pengiriman e-mail dapat hadiah, lotere, atau orang yang mengaku punya rekening di bank di Afrika atau Timur Tengah, minta bantuan netters untuk mencairkan, dengan janji bagi hasil.

Kemudian korban diminta nomor rekeningnya, dan mengirim uang/dana sebagai pemancing, tentunya dalam mata uang dolar AS, dan belakangan tak ada kabarnya lagi. Seorang rektor universitas swasta di Indonesia pernah diberitakan tertipu hingga Rp1 miliar dalam karena spaming seperti ini.

MALWARE
Malware adalah program komputer yang mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating system. Malware terdiri dari berbagai macam, yaitu: virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dll. Di pasaran alat-alat komputer dan toko perangkat lunak (software) memang telah tersedia antispam dan anti virus, dan anti malware .

Meski demikian, bagi yang tak waspadai selalu ada yang kena. Karena pembuat virus dan malware umumnya terus berusaha memanfaatkan kelengahan orang lain dan produktif dalam membuat program untuk mengerjai korban-korbannya.




YouTube Sekarang Menyediakan Layanan Text Untuk Videonya

3 09 2008

Pasti kesal deh kalau nonton video-video YouTube dan tidak bisa mengerti apa yang diucapkan para ‘aktornya’ yang kebetulan tidak berbahasa Inggris atau Indonesia. Nah, masalah ini sudah dituntaskan oleh YouTube dengan baik.

Sekarang, YouTube menambahkan keterangan gambar (closed captioning) dan mengijinkan siapa pun yang meng-upload video untuk menambahkan keterangan gambar. Ada lebih dari 100 bahasa yang didukung di sana.

Keterangan gambar itu ada di menu Captions and Subtitles pada halaman editing yang muncul saat proses video upload. Anda bisa mengatur beberapa keterangan gambar dengan cara meng-upload file-file secara terpisah. Bisa sampai 120 bahasa yang berbeda yang Anda tambahkan di sana.

Untuk bisa melihat keterangan gambar, penonton video cukup mengklik di sudut kanan bawah. Keterangan gambar itu muncul sebagai teks putih berlatar belakang hitam di bagian tengah klip video. Jika ada dalam beberapa bahasa, keterangan gambar bisa dilihat tanpa mengharuskan Anda keluar dari video.