FILM : “KALAU CINTA JANGAN CENGENG”

16 02 2009

Release Date :12 Feb 2009 (Ind.)

Sutradara : Monty Tiwa

Naskah : Ayu Massie, Monty Tiwa, Titien Wattimena

Pemain : Marshanda, Agus Ringgo Rahman, Sigi Wimala, Dwi Sasono, Vincent Rompies, Tutie Kirana, Poppy Sovia, Teuku Rifnu Wikana

Studio : Sinemart Production

Category : Drama, Asian

WebSite : http://www.kalaucintajang …

Sinopsis

Boy adalah seorang Aktor terkenal. Masa lalu Boy yang suram berubah setelah Boy mengalami kecelakaan mobil yang menewaskan dua orang. Setelah kejadian mengenaskan itu, Boy menjadi Duta Anti Narkoba, dan sering mengunjungi Panti Rehabilitas Anti Narkoba.

Pada suatu kali Boy memberi ceramah disuatu Panti Rehabilitasi. Boy melihat salah satu dari pemakai di sana mengingatkannya akan kejadian kecelakaan 5 thn lalu. Ternyata Junkie itu adalah Yani, anak dari pasangan yang Boy tabrak dulu, yang sempat Boy selamatkan. Boy merasa bersalah mengingat kejadian itu, mencoba menebus kesalahannya dengan membantu Yani sembuh dari Narkoba.

Yani memiliki sahabat dekat seorang bandar bernama Felix. Yani kabur dari Panti Rehabilitasi mulai menggunakan Narkoba lagi bersama Felix. Boy mencari dan membawa Yani tinggal dirumahnya. Kejadian ini membuat pacar Boy, Luna marah. Yani pun yang tadinya tidak mau tinggal dirumah Boy jadi merasa nyaman, begitu juga dengan Boy. Disaat hubungan mereka semakin dekat, Ahmad bekas Manager Boy yang menggantikan hukuman Boy dipenjara datang meneror dan memberitahu Yani bahwa Boy lah yang membunuh orang tua Yani. Yani mengamuk dan pergi dari rumah Boy. Boy mencoba mencari Yani, tapi tidak ketemu. Akan kah Yani mau memaafkan Boy dan mencoba hidupnya yang baru bersama Boy ?

source : exodiac.com




Laskar Pelangi - “Jangan Pernah Menyerah” - Lintang ( 14 Pics + Trailer )

9 10 2008

Film Laskar Pelangi - Perjuangan Seorang Guru dan 10 anak didiknya
Akhirnya muncul juga Film Indonesia yang bermutu.. Salut !!

Film ini mengkisahkan perjuangan 10 anak didik dan Guru Muslimah untuk mempertahankan Sekolah Muhammadiyah Gantong di Belitong. Perjuangan dan usaha yang tidak sedikit, agar sekolah tersebut bisa bertahan. Dengan gaji yang sekadarnya dan sering tertunggak, Sang Guru dan Kepala Sekolah tetap tidak menyerah.

Alasan pendiriannya sekolah tersebut untuk membina kecerdasan “hati” anak2 didiknya, itu alasan Bapak kepala sekolah ketika disuruh temannya agar sekolahnya ditutup. Budi Pekerti bukan sebagai kurikulum pelengkap, ujar sang Bapak Kepala Sekolah. Beliau juga selalu mendengungkan kepada anak-anak didiknya, “Berilah sebanyak-banyak nya kepada orang lain, bukan menerima sebanyak-banyaknya dari orang lain”. Tapi nasib berkata lain, sang Bapak Kepala sekolah meninggal tidak lama kemudian di atas meja kerjanya sendiri. Hal ini membuat shock Ibu Guru Muslimah, selama ini sang Bapaklah menjadi tempat panutan dan sandarannya.

Murid-murid pun mulai tidak bersekolah, karena sebagian dari mereka merasa sedih. Ibu Guru juga tidak masuk mengajar. Tapi Lintang, sang jenius mengobarkan semangat teman-temannya untuk bersekolah kembali agar dapat mengejar cita-cita mereka. Maka Lintang pun mulai mengajak ikal dan teman-temannya untuk belajar bersama. Di samping itu, teman Bapak Kepsek mendatangi rumah Bu Guru, memberi semangat kepadanya agar kembali mengajar. Saat itulah, semangat Bu Guru bertambah berkobar, diam-diam ia menyaksikan anak-anak didiknya sendiri secara inisiatif belajar bersama. Tangisan dan pelukan pun terjadi dalam film itu ( ga tau deh, kenyataan nya begitu gak.. hmmh, bisa aja ini jg bumbu film )

Perjuangan sang Ibu guru dan murid2nya pun terus berlanjut sampai ke lomba cerdas cermat dan menjadi pemenang spektakuler, karena Lintang - si anak jenius yang bisa menjawab soal matematika dengan benar tanpa berhitung di kertas. Sayangnya meninggalnya ayah Lintang, membuat ia menanggung beban keluarga dan terpaksa meninggalkan sekolah. Tetapi pada akhirnya mereka tetap menjadi orang yang tangguh setelah dewasanya.

Lintang & Ikal pun bertemu kembali setelah dewasa. Ikal bercita-cita melanjutkan pendidikannya di Paris. Pada saat perpisahan mereka berdua, Ikal memberikan sebuah pucuk surat - Jangan Pernah Menyerah.

film ini bercampur baur haru dan kisah humor yang menggelitik, dicampur dengan kisah asmara si ikal dengan Aling. Pergi ke dukun agar tambah pintar dsbnya, dan juga pembauran etnis tiong hua ( si akiong ) yang baik, salah satu anak dari 10 laskar pelangi.

– sekian –

SD Muhammadiyah

Ruang Guru SD Muhammadiyah

Karnaval

Ikal/Zulfany

Lintang/Ferdian

Akiong/Suhendri

Mahar/Verrys Yamarno

Trapani/Suharyadi

Sahara/Dewi Ratih

Syahdan/Muhammad Syukur Ramadan

Kucai/Yogi Nugraha