Pesan Moral tersirat dalam film “Laskar Pelangi”

9 10 2008

1. Pendidikan adalah sangat penting dan merupakan hak setiap anak bangsa. Itulah alasan mengapa sang Ibu Guru Muslimah tetap kekeh mengajar di Sekolah Muhammadiyah, agar dapat menjangkau golongan miskin.

2. Jangan Pernah Menyerah. Judul surat Ikal kepada Lintang. Juga sang Ibu Guru yang berusaha keluar mencari murid kesepuluh, agar sekolah tidak ditutup.

3. Memberilah sebanyak-banyaknya kepada orang lain, bukan menerima sebanyak-banyaknya dari orang lain. Pesan sang bapak kepala sekolah secara berulang-ulang kepada anak didiknya.

4. Memiliki keteguhan dan keyakinan akan prinsip hidup. Kecerdasan hati adalah yang utama, ujar Pak Hafan, sang kepala sekolah yang teguh mempertahankan pendirian sekolahnya.

5. Tetap berjuang walau tidak ada sandaran lagi. Ibu guru Muslimah yang merasa terpukul akibat wafatnya sang Bapak Kepala sekolah akhirnya kembali mengajar walaupun sendiri dan meneruskan perjuangannya.

6. Ikuti kata hati. Flo, akhirnya memilih sekolah dan teman-teman berdasarkan kata hati. Flo, cewek yang tomboi dan anak orang kaya pindah sekolah karena merasa asyik dan bahagia dengan teman-teman di sekolah Muhammadiyah.

7. Jangan menggantungkan nasib pada dukun. Karena nilai sekolah yang terus menurun & tidak percaya diri, Mahar & teman2nya pergi meminta bantuan dukun. Dan sang dukun pun memberikan mantra sakti.

8. Mantra sakti dari dukun. “Jika nak pandai, ya belajar. Jika nak sukses, ya usaha”.

9. Berani tampil beda & unik, tapi juga tidak asal-asalan. Karnaval dari sekolah Muhammadiyah benar-benar unik, walau sempat ditertawakan dengan gaya yang terlihat aneh, akhirnya mereka keluar sebagai pemenang.

10. Tidak malu atau merasa rendah. Walau miskin dan bersekolah di tempat yang tidak memadai, mereka bisa menjadi pemenang dalam lomba cerdas cermat.

11. Belajar Mandiri. Anak-anak telah belajar mandiri sejak kecil, terlihat dari karakter si Lintang.

12. Berani mengekspresikan perasaan. Cinta pertama terasa sangat indah, dan si Ikal tidak malu2 menunjukan rasa sukanya kepada Aling sampai akhirnya bisa ketemu bersama walau sebentar.

13. Mau berteman ( Friendly ). Terlihat pembauran etnis tionghua yang baik di film itu. Akiong membaur dengan baik dan tidak setiap orang tionghua itu orang kaya.

14. Inisiatif. Walau tidak ada guru yang masuk mengajar, anak-anak mengambil inisiatif sendiri untuk belajar bersama.

15. Dermawan. Ditunjukkan oleh Teman Bapak Kepala Sekolah yang memberikan support secara materi dan moril kepada Sekolah Muhammadiyah, terutama setelah wafatnya Bapak Hafan, sang Kepala Sekolah.

16. Kerja Keras. Walau gaji yang tidak memadai, sang Ibu Guru tetap bisa mengajar dan mencoba mencari penghasilan tambahan dengan menjahit baju.

17. Cara mengajar yang unik. Sang Ibu guru mengajar mereka baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Juga Sang Guru dan Kepala sekolah sangat dekat dengan anak-anak. Pintar juga memotivasi anak-anak agar bersemangat dalam belajar. Julukan “Laskar Pelangi” pun diberikan sang Ibu Guru, karena kesukaan anak-anak melihat pelangi.

18. Mengejar cita-cita dan harapan setinggi langit. Akhirnya anak kampung, si Ikal mendapatkan beasiswa dan meneruskan studinya ke Paris, tempat yang ia idamkan sejak kecil.

19. ceria & bersemangat. itulah modal kehidupan, seperti dalam film, anak-anak bersemangat dan ceria dalam kesehariannya.

20. Cinta. Banyaknya masalah dan cobaan yang menerpa, tidak membuat Sekolah ditutup, karena kegigihan dan cinta untuk mempertahankannya.

– sekian –




Tokoh-tokoh asli Film Laskar Pelangi (9 pics)

9 10 2008
10 anggota laskar pelangi

10 anggota laskar pelangi.
Dari kiri (berdiri) Lintang, Samson, Trapani, Sahara, Kucai, Syahdan, Harun, A Kiong - Dari kiri (jongkok) Mahar, Ikal.

-
Laskar Pelangi - Bu Guru Muslimah
Bu Guru Muslimah
-
Laskar Pelangi - Ikal / Andrea Hirata
Ikal ( kiri yang asli ) / Andrea Hirata - Penulis Laskar Pelangi
-
Laskar Pelangi - Akiong
Akiong
-
Laskar Pelangi - Mahar
Mahar
-
Laskar Pelangi - Kucai
Kucai
-
Laskar Pelangi - Samson
Samson
-
Laskar Pelangi - Syahdan

Syahdan
-
Laskar Pelangi - Harun
Harun

sumber : http://abiku2008.multiply.com/

Penjelasan peran masing-masing Tokoh dalam laskar pelangi :

Ikal
Tokoh ‘aku’ dalam cerita ini. Ikal yang selalu menjadi peringkat kedua memiliki teman sebangku bernama Lintang, yang merupakan anak terpintar dalam Laskar Pelangi. Ia berminat pada sastra, terlihat dari kesehariannya yang senang menulis puisi. Ia menyukai A Ling, sepupu dari A Kiong, yang ditemuinya pertama kali di sebuah toko kelontong bernama Toko Sinar Harapan. Pada akhirnya hubungan mereka berdua terpaksa berakhir oleh jarak akibat kepergian A Ling ke Jakarta untuk menemani bibinya.

Lintang
Teman sebangku Ikal yang luar biasa jenius. Ayahnya bekerja sebagai nelayan miskin yang tidak memiliki perahu dan harus menanggung kehidupan 14 jiwa anggota keluarga. Lintang telah menunjukkan minat besar untuk bersekolah semenjak hari pertama berada disekolah. Ia selalu aktif didalam kelas dan memiliki cita-cita sebagai ahli matematika. Sekalipun ia luar biasa pintar, pria kecil berambut merah ikal ini pernah salah membawa peralatan sekolahnya. Cita-citanya terpaksa ditinggalkan agar ia dapat bekerja untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya semenjak ayahnya meninggal.

Sahara
Satu-satunya gadis dalam anggota Laskar Pelangi. Sahara adalah gadis keras kepala berpendirian kuat yang sangat patuh kepada agama. Ia adalah gadis yang ramah dan pandai, ia baik kepada siapa saja kecuali pada A Kiong yang semenjak mereka masuk sekolah sudah ia basahi dengan air dalam termosnya.

Mahar
Pria tampan bertubuh kurus ini memiliki bakat dan minat besar pada seni. Pertama kali diketahui ketika tanpa sengaja Bu Muslimah menunjuknya untuk bernyanyi di depan kelas saat pelajaran seni suara. Pria yang menyenangi okultisme ini sering dipojokkan teman-temannya. Ketika dewasa, Mahar sempat menganggur menunggu nasib menyapanya karena tak bisa ke manapun lantaran ibunya yang sakit-sakitan. Akan tetapi, nasib baik menyapanya dan ia diajak petinggi untuk membuat dokumentasi permainan anak tradisional setelah membaca artikel yang ia tulis di sebuah majalah, dan akhirnya ia berhasil meluncurkan sebuah novel tentang persahabatan.

A Kiong
Anak Hokian. Keturunan Tionghoa ini adalah pengikut sejati Mahar sejak kelas satu. Baginya Mahar adalah suhunya yang agung. Kendatipun pria kecil ini berwajah buruk rupa, ia memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati, serta suka menolong pada siapapun kecuali Sahara. Namun, meski mereka selalu bertengkar, ternyata mereka berdua saling mencintai satu sama lain.

Syahdan
Anak nelayan yang ceria ini tak pernah menonjol. Kalau ada apa-apa dia pasti yang paling tidak diperhatikan. Misalnya ketika bermain sandiwara, Syahdan hanya kedapatan jadi tukang kipas putri dan itupun masih banyak kesalahannya. Syahdan adalah saksi cinta pertama Ikal, ia dan Ikal bertugas membeli kapur di Toko Sinar Harapan semenjak Ikal jatuh cinta pada A Ling. Syahdan ternyata memiliki cita-cita yang tidak pernah terbayang oleh Laskar Pelangi lainnya yaitu menjadi aktor. Dengan bekerja keras pada akhirna dia menjadi aktor sungguhan meski hanya mendapatkan peran kecil seperti tuyul atau jin… Setelah bosan, ia pergi dan kursus komputer. Setelah itu ia berhasil menjadi network designer.

Kucai
Ketua kelas sepanjang generasi sekolah Laskar Pelangi. Ia menderita rabun jauh karena kurang gizi dan penglihatannya melenceng 20 derajat, sehingga jika ia menatap marah ke arah Borek, maka akan terlihat ia sedang memperhatikan Trapani. Laki-laki ini sejak kecil terlihat bisa menjadi politikus dan akhirnya diwujudkan ketika ia dewasa menjadi ketua fraksi di DPRD Belitong.

Borek
Pria besar maniak otot. Borek selalu menjaga citranya sebagai laki-laki macho. Ketika dewasa ia menjadi kuli di toko milik A Kiong dan Sahara.

Trapani
Pria tampan yang pandai dan baik hati ini sangat mencintai ibunya. Apapun yang ia lakukan harus selalu didampingi ibunya, seperti misalnya ketika mereka akan tampil sebagai band yang dikomando oleh Mahar, ia tidak mau tampil jika tak ditonton ibunya. Cowok yang bercita-cita menjadi guru ini akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa karena ketergantungannya terhadap ibunya.

Harun
Pria yang memiliki keterbelakangan mental ini memulai sekolah dasar ketika ia berumur 15 tahun. Laki-laki jenaka ini senantiasa bercerita tentang kucingnya yang berbelang tiga dan melahirkan tiga anak yang masing-masing berbelang tiga pada tanggal tiga kepada Sahara dan senang sekali menanyakan kapan libur lebaran pada Bu Muslimah. Ia menyetor 3 buah botol kecap ketika disuruh mengumpulkan karya seni kelas enam.

Tokoh-tokoh Lain

Bu Muslimah
Nama lengkap N.A. Musimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid. Dia adalah Ibunda Guru bagi Laskar Pelangi. Wanita lembut ini adalah pengajar pertama Laskar Pelangi dan merupakan guru yang paling berharga bagi mereka.

Pak Harfan
Nama lengkap K.A. Harfan Efendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor. Kepala sekolah dari sekolah Muhammadiyah. Ia adalah orang yang sangat baik hati dan penyabar meski murid-murid awalnya takut melihatnya.

Flo
Nama aslina adalah Floriana, seorang anak tomboi yang berasal dari keluarga kaya. Dia merupakan murid pindahan dari sekolah PN yang kaya dan sekaligus tokoh terakhir yang muncul sebagai bagian dari laskar pelangi. Awal pertama kali masuk sekolah, ia sempat membuat kekacauan dengan mengambil alih tempat duduk Trapani sehingga Trapani yang malang terpaksa tergusur. Ia melakukannya dengan alasan ingin duduk di sebelah Mahar dan tak mau didebat.

A Ling
Cinta pertama Ikal yang merupakan saudara sepupu A Kiong. A Ling yang cantik dan tegas ini terpaksa berpisah dengan Ikal karena harus menemani bibinya yang tinggal sendiri.

– sekian –




Laskar Pelangi - “Jangan Pernah Menyerah” - Lintang ( 14 Pics + Trailer )

9 10 2008

Film Laskar Pelangi - Perjuangan Seorang Guru dan 10 anak didiknya
Akhirnya muncul juga Film Indonesia yang bermutu.. Salut !!

Film ini mengkisahkan perjuangan 10 anak didik dan Guru Muslimah untuk mempertahankan Sekolah Muhammadiyah Gantong di Belitong. Perjuangan dan usaha yang tidak sedikit, agar sekolah tersebut bisa bertahan. Dengan gaji yang sekadarnya dan sering tertunggak, Sang Guru dan Kepala Sekolah tetap tidak menyerah.

Alasan pendiriannya sekolah tersebut untuk membina kecerdasan “hati” anak2 didiknya, itu alasan Bapak kepala sekolah ketika disuruh temannya agar sekolahnya ditutup. Budi Pekerti bukan sebagai kurikulum pelengkap, ujar sang Bapak Kepala Sekolah. Beliau juga selalu mendengungkan kepada anak-anak didiknya, “Berilah sebanyak-banyak nya kepada orang lain, bukan menerima sebanyak-banyaknya dari orang lain”. Tapi nasib berkata lain, sang Bapak Kepala sekolah meninggal tidak lama kemudian di atas meja kerjanya sendiri. Hal ini membuat shock Ibu Guru Muslimah, selama ini sang Bapaklah menjadi tempat panutan dan sandarannya.

Murid-murid pun mulai tidak bersekolah, karena sebagian dari mereka merasa sedih. Ibu Guru juga tidak masuk mengajar. Tapi Lintang, sang jenius mengobarkan semangat teman-temannya untuk bersekolah kembali agar dapat mengejar cita-cita mereka. Maka Lintang pun mulai mengajak ikal dan teman-temannya untuk belajar bersama. Di samping itu, teman Bapak Kepsek mendatangi rumah Bu Guru, memberi semangat kepadanya agar kembali mengajar. Saat itulah, semangat Bu Guru bertambah berkobar, diam-diam ia menyaksikan anak-anak didiknya sendiri secara inisiatif belajar bersama. Tangisan dan pelukan pun terjadi dalam film itu ( ga tau deh, kenyataan nya begitu gak.. hmmh, bisa aja ini jg bumbu film )

Perjuangan sang Ibu guru dan murid2nya pun terus berlanjut sampai ke lomba cerdas cermat dan menjadi pemenang spektakuler, karena Lintang - si anak jenius yang bisa menjawab soal matematika dengan benar tanpa berhitung di kertas. Sayangnya meninggalnya ayah Lintang, membuat ia menanggung beban keluarga dan terpaksa meninggalkan sekolah. Tetapi pada akhirnya mereka tetap menjadi orang yang tangguh setelah dewasanya.

Lintang & Ikal pun bertemu kembali setelah dewasa. Ikal bercita-cita melanjutkan pendidikannya di Paris. Pada saat perpisahan mereka berdua, Ikal memberikan sebuah pucuk surat - Jangan Pernah Menyerah.

film ini bercampur baur haru dan kisah humor yang menggelitik, dicampur dengan kisah asmara si ikal dengan Aling. Pergi ke dukun agar tambah pintar dsbnya, dan juga pembauran etnis tiong hua ( si akiong ) yang baik, salah satu anak dari 10 laskar pelangi.

– sekian –

SD Muhammadiyah

Ruang Guru SD Muhammadiyah

Karnaval

Ikal/Zulfany

Lintang/Ferdian

Akiong/Suhendri

Mahar/Verrys Yamarno

Trapani/Suharyadi

Sahara/Dewi Ratih

Syahdan/Muhammad Syukur Ramadan

Kucai/Yogi Nugraha