Tips Mencari File Gambar, Video & MP3 Dengan Cepat

29 11 2008

Internet merupakan dunia yang luas, dan tentunya kalau mencari sesuatu bukanlah hal yang mudah walau sudah mengandalkan Search Engine. Artikel berikut ini mungkin berguna bagi netter yang ‘kesusahan’ mencari file gambar, video ataupun MP3.

Cara yang paling mudah file memang menggunakan search engine seperti Google atau Yahoo, tapi efektifkah? Jawabnya adalah tidak… Kenapa demikian? Karena search engine akan mengantarkan kita ke sebuah situs yang kadang-kadang tidak ‘user friendly’ dan kebanyakan yang kita cari mungkin tidak akan ketemu kalau cuma mengandalkan satu situs saja.

Jadi netter bisa menghabiskan waktu yang lumayan jika harus membuka satu persatu situs untuk mencari file yang diinginkan. Mencari satu file di beberapa situs mungkin akan membuang waktu percuma bagi yang ingin pencarian secara efektif.

Berikut cara pencarian yang efektif dengan menggunakan situs atau software:

1. Memakai fasilias search di 4shared.com- Situs ini merupakan situs sharing file yang dibuat sederhana, tapi memiliki efektifitas yang tinggi dalam pencarian file. File yang bisa dicari di sini antara lain file gambar (jpg, gif, png, dll), audio (mp3, wma, dll), video (flv, 3gp, avi, dll), kompresi (zip, rar, dll), program (exe), dokumen (doc, pdf, dll) dan web (htm, html).

Khusus untuk mencari file gambar, buku, dokumen dan video ada cara pencarian yang lebih mudah, yaitu memakai jasa Google. Caranya masuk ke www.google.com terus klik bagian kiri atas kategori file yang akan netter cari. Khusus untuk video bisa langsung masuk ke http://video.google.com/ dan pencarian gambar bisa langsung ke http://images.google.com

2. Memakai software Frostwire atau Limewire- Netter mesti download terlebih dahulu salah satu software tersebut sebelum menggunakannya. Cara kerja software ini adalah mencari file yang di-sharing oleh sesama pengguna internet atau dikenal dengan isitilah ‘Peer to Peer’ (P2P). Netter diharuskan waspada terhadap file yang di-download, karena potensi penyebaran virus (spyware) lewat file yang di-download (terutama file exe atau file lainnya yang ukurannya kecil) cukup tinggi lewat media ini.

3. Memakai software BitTorrent seperti BitComet atau uTorrent - BitTorrent cara kerjanya hampir sama dengan Frostwire atau Limewire. Bedanya adalah BitTorrent menyimpan informasi file yang akan di download dalam sebuah file kecil, yang kemudian file tersebut akan menghubungkan semua netter yang mensharing file tersebut.

BitTorrent cocok digunakan untuk mendownload file ukuran besar seperti video atau film. Bagi penggemar download, program BitTorrent adalah sebuah keharusan saat ini. Untuk mencari file torrent, netter bisa ke situs mininova.org atau piratebay. Cara mudahnya, netter bisa langsung search memakai fasilitas di dalam program BitTorrent.

Semoga Bermanfaat!

Penulis: Hendra
Bagi yang ingin meng-copy paste artikel ini, harap cantumkan sumber dari www.ketok.com




Ilmuwan Mencari Tahu Mitos Sebelum Kematian

18 09 2008

INGGRIS - Menurut banyak cerita, seseorang yang akan meninggal akan mengalami hal yang sama, yaitu melihat adanya cahaya putih dan kilas balik tentang kenangan-kenangan yang lalu.

Para ilmuwan mempelajari mitos ini dengan mencari kaitannya dengan otak dan kesadaran manusia ketika dalam keadaan sekarat.

Dalam sebuah studi bertitel Aware (Awareness during Resuscitation), para dokter memeriksa beberapa pasien yang ada di rumah sakit di sekitar Eropa dan Amerika Selatan yang sedang dalam posisi sekarat.

“Berlawanan dengan persepsi banyak orang, kematian sebenarnya bukanlah sebuah momen spesifik,” ujar peneliti University of Southampton-Inggris, Dr Sam Parnia, yang memimpin penelitian ini, seperti dikutip dari FoxNews, Rabu (17/9/2008).

“Mitos momen ‘cahaya putih’ di saat seseorang sekarat itu sebenarnya terjadi karena jantung mulai berhenti berdetak, paru-paru mulai berhenti bekerja, dan otak berhenti berfungsi. Kondisi ini dalam dunia kedokteran dinamakan cardiac arrest, yang dari sudut pandang biologis bersinonim dengan kematian klinis,” papar Parnia lebih lanjut.

Ilmu pengetahuan sudah sejak lama berusaha mendefinisikan kematian dan menentukan kapan waktu pastinya kematian itu terjadi. Kini sebagian besar dokter beranggapan bahwa kematian adalah sebuah proses, bukan sekadar kejadian. Hal ini untuk menepis anggapan publik yang mengira bahwa kematian hanya karena jantung berhenti berdetak atau otak tak lagi berfungsi.

“Selama masa cardiac arrest, tiga kriteria kematian muncul. Selama periode waktu yang bisa berlangsung antara beberapa detik hingga sejam atau bahkan lebih ini, usaha gawat darurat medis berkemungkinan menghidupkan kembali jantung dan menghidupkan kembali seseorang yang tadinya sekarat,” jelas Parin.

“Selama periode cardiac arrest, inilah yang disebut-sebut banyak orang melihat visual yang tidak biasa dan dipahami sebagai hal-hal penanda sebelum kematian datang,” tambahnya.

Dalam penelitian sebelumnya, ditemukan sekira 10 hingga 20 persen orang yang berada dalam periode cardiac arrest bisa berpikir jernih, beralasan, dan bahkan kadang-kadang menceritakan secara detail suatu peristiwa yang pernah terjadi dalam hidupnya.

Di penelitian yang lain, dilaporkan bahwa seseorang yang mengaku merasa tenang, melihat cahaya putih, dan mengalami pengalaman melayang keluar dari tubuh ketika sekarat adalah orang-orang yang tidak bisa membedakan kenyataan dan khayal selama masa hidupnya.

Disimpulkan dari kedua penelitian berbeda tersebut, orang-orang yang melewati pengalaman sebelum atau sesudah kematian ini mengalami gejala rapid-eye movement (REM) atau tertidur dalam keadaan bangun dan sadar.

Para peneliti Aware ini bertujuan untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi selama seseorang menjalani pengalaman ‘roh keluar dari tubuh’, dan apa yang terjadi pada otak ketika tubuh seseorang mulai melemah, walaupun pada saat-saat seperti ini seseorang yang sekarat masih bisa melihat dan mendengar.

Hasil studi Aware ini dipublikasikan di sebuah simposium internasional yang berlangsung di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 11 September 2008 lalu.