Panduan Membuat CD Instalasi Windows XP Kustom

1 12 2008

Tutorial ini akan memandu Anda dalam membuat sebuah CD instalasi Windows yang dapat diinstal secara otomatis lengkap dengan semua hotfix, driver, DirectX, IE7, Media Player 11, Office 2007 atau aplikasi apapun yang ingin Anda tambahkan ke dalam CD tersebut. Anda juga dapat menghilangkan komponen-komponen tak berguna, mengemas beberapa tweak ke CD instalasi ini untuk mendapatkan XP dengan berkinerja tinggi. Untuk membuat CD instalasi ini Anda membutuhkan nLite, .Net Framework 2.0 dan CD WinXP.

Instruksi

1. Copy semua konten CD WinXP ke folder lokal.

2. Instal .Net Framework 2.0 dan nLite.

3. Pilih bahasa pilihan Anda pada halaman pertama
welcome to nLite

4. Beritahu nLite di mana file WinXP Anda. Pilih “Browse” dan navigasikan ke folder lokal yang Anda ciptakan pada langkah pertama
browse

5. Anda dapat memilih hanya satu operasi, kombinasi atau semua operasi. Sebagai contoh, Anda dapat memilih untuk menciptakan sebuah ISO dan tidak menghiraukan sisanya:
operation

6. Service Pack: cukup unduh SP2 untuk WinXP dan nLite akan melakukan sisanya. Jika Anda mengintegrasikan SP2 (atau bahkan SP3), Anda tidak membutuhkan SP1 karena SP2 akan menggantikannya.
service pack

7. Hotfixes, Addons and Update Packs: Tambahkan hotfix atau update packs pada instalasi Anda.
addons

* Anda dapat mendapatkan hotfix XP dengan menggunakan RyanVM Post SP2 Update Pack atau Windows Updates Downloader.

* Windows Media Player 11: Unduh WMP11 Integrator dan WMP11 installer. Gunakan WMP 11 Integrator untuk menanamkan WMP11 pada WinXP CD sebelum melakukan perubahan apapun pada nLite.

* Internet Explorer 7.0: cukup unduh IE7 dan tambahkan file .exe ke nLite.

* Addons: Unduh lebih dari 350 addons untuk nLite dari WinAddons.

Video Tutorial : Slipstream Windows Media Player 11

Video tutorial: Slipstream Internet Explorer 7 with nLite

Video tutorial: Integrate addons with nLite

8. Drivers: Integrasikan driver ke dalam CD instalasi XP. Cari file .inf dan nLite akan mengerjakan sisanya. Berkat http://driverpacks.net/ Anda dapat membuat CD instalasi untuk hampir semua perangkat keras.
drivers

Video tutorial: Cara mengintegrasikan driver ke dalam CD instalasi XP.

9. Komponen-komponen: Pilih komponen yang ingin Anda hapus dari instalasi. Pastikan Anda telah membaca informasi singkat sebelum menghapus sebuah komponen khususnya yang berwarna merah.
components

Dengan memilih Advanced, Anda akan diberikan kesempatan untuk menyimpan beberapa file spesifik. Sebagai contoh, Anda dapat menyingkirkan “Command Line Tools”, namun Anda dapat menyimpan ping.exe, ipconfig.exe, dll.
command line tools

Apabila Anda sudah cukup berpengalaman, Anda juga dapat mengabaikan Compatibility Wizard:
unnatended

10. Unattended: Tentukan konfigurasi di muka, sehingga Anda tidak perlu mengetikkan nama pemakai, CD-Key, Regional Setting dan lainnya. Anda juga dapat menambahkan tema Windows:
Photobucket

Video tutorial: Unattended installation CD with nLite

Video tutorial: Integrate themes with nLite

11. Options: Anda dapat mengabaikan General tab dan langsung ke Patches:

  • Koneksi berkesinambunga maksimum (TCP/IP patch): Set 100 atau 1000 untuk performa P2P maksimal.
  • USB Port Polling Frequency (Hz): Berikan frekuensi yang lebih besar untuk memperhalus gerak tetikus USB. Tidak untuk tetikus nirkabel dan gunakan secara hati-hati! Bekerja baik pada Logitech MX, MS IntelliMouse Explorer 3, Razer Viper dan mungkin yang lainnya.
  • Unsigned Themes Support (Uxtheme Patch): Set untuk memungkinkan Anda menggunakan tema pihak ke-tiga.
  • SFC (Windows File Protection): Set untuk mematikan automatic recovery dari file dan folder system yang dihapus.

Video tutorial: Patch Windows with nLite

12. Tweaks: Sudah cukup jelas dari namanya. Aplikasikan registry tweak favorit Anda dan atur berbagai Windows Services.
tweaks

Anda juga dapat mengubah konfigurasi berbagai aplikasi Windows yang dijalankan sebagai service. Gunakan Windows Services Guide untuk membantu Anda.
service guide

13. Bootable ISO: Jika sudah siap, Anda dapat membuat CD ISO atau melakukan tes pada mesin virtual. Anda dapat membuat ISO dengan nLite atau CD/DVD burner favorit Anda seperti Nero.
bootbale ISO

Video tutorial: Create a Bootable CD with nLite

Video tutorial: Burn ISO files with Nero

Video tutorial: Test ISO in VMware Machine 5.5 � shareware

Video tutorial: Test ISO in Virtual PC 2004 � freeware

Video tutorial: Test ISO in VirtualBox 1.5 � freeware

Klik di sini untuk sumber artikel.




Panduan Lengkap untuk Mempercepat Startup PC Anda

1 12 2008

Biasanya setelah menekan tombol “Power” pada PC, Anda akan memiliki cukup waktu untuk menyeduh secangkir kopi atau teh akibat lamanya waktu yang dibutuhkan oleh komputer Anda untuk boot. Apalagi jika PC Anda memiliki segudang aplikasi yang secara otomatis menyala, mungkin selain kopi, Anda bisa sekalian mandi dan membuat sarapan terlebih dahulu.

Tanpa adanya peningkatan kinerja perangkat keras yang signifikan, memang tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat boot Windows. Tetapi masih ada cara untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan oleh desktop untuk mencapai kondisi “siap bekerja”. Mari kita simak beberapa cara di bawah ini, baik yang menggunakan kemampuan yang memang sudah tersedia dan aplikasi dari luar.

Ketika Anda menginstal aplikasi baru pada komputer Anda akhir-akhir ini, tidak sedikit yang langsung menjadikan dirinya sebuah program startup; entah untuk mengecek upgrade atau sekedar mengingatkan pengguna bahwa aplikasi tersebut telah di-instal sebagai ikon pada bagian kanan bawah PC seperti aplikasi chat seperti Skype.

Masalahnya muncul saat Anda menginstal banyak aplikasi yang jarang digunakan, tetapi mereka tetap muncul pada proses startup, hal ini sangat memakan siklus CPU, memori dan waktu. Cara mudah mengatasinya adalah hapus aplikasi-aplikasi yang memang tidak Anda gunakan.

Hapus Semua Startup Item

Walau banyak program yang dapat membersihkan aplikasi startup, sebenarnya Anda bisa melakukan hal itu secara manual tanpa menggunakan aplikasi tambahan.

Tempat terbaik, teraman dan paling mendasar untuk mulai melakukan hal ini adalah pada grup program “Startup” di “Start Menu” Windows. Navigasikan tetikus ke bagian “Startup” dan lihat program apa saja yang muncul. Klik kanan pada program yang tidak perlu aktif saat startup dan pilih “delete”.

Setelah melakukan proses tersebut, tiba saatnya mengeluarkan jurus pamungkas. Windows juga bisa mengaktifkan program secara otomatis dari tempat lain. Klik Start Menu, pilih “Run” lalu ketik “msconfig” dan tekan [ENTER] untuk masuk ke dalam fungsi konfigurasi sistem Windows. Pindah kepada tab “Startup” untuk melihat daftar yang lebih komprehensif tentang apa saja yang menyala secara otomatis. Coba lihat tampilannya di bawah ini.

Daftar tersebut memang terlihat rumit dan membingungkan. Apa itu “ctfmon” atau “RTHDCPL”? Kolom “command” yang terkadang memuat lokasi aplikasi, terkadang juga bisa memberikan petunjuk tentang isi aplikasi tersebut. Seperti biasa, Google selalu menjadi sahabat Anda dalam situasi seperti ini.

Dari sini Anda bisa menghilangkan tanda centang pada aplikasi yang tidak Anda inginkan untuk menyala pada proses startup. Jangan menghilangkan tanda centang pada aplikasi yang tidak Anda mengerti, mulailah pada aplikasi yang Anda tahu dan tidak digunakan. Sebagai contoh, Jika Anda bukan pengguna berat dari iTunes atau Quicktime, tapi aplikasi tersebut sebenarnya terinstalasikan pada PC untuk penggunaan kadang-kadang, Anda bisa menghilangkan tanda centang pada “QTTask” dan “iTunesHelper” dan kedua aplikasi ini tidak akan lagi muncul secara otomatis ketika Anda me-restart komputer.

Anda bisa menyalakan kedua aplikasi tersebut kembali dengan mengunjungi “msconfig” dan lakukan prose di atas kembali. Menggunakan “msconfig” memang membutuhkan sedikit keberanian dan pengetahuan dari pengguna Windows. Tapi, masih ada cara lain untuk melakukan proses yang sama dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga dan aplikasi-aplikas pembersih.

Unduh Program Optimisasi Windows

Sebenarnya ada banyak aplikasi lain yang memiliki kemampuan untuk mengatur “startup”, tapi mari kita lihat pada dua yang terbaik saja.

CCleaner (yang merupakan singkatan dari “Crap Cleaner“) bisa memeriksa sistem Anda untuk banyak hal yang berlebih dan menyingkirkannya. Klik tombol “Tools”, kemudian tombol “Startup” untuk mencapainya. Seperti Anda lihat, aplikasi ini menawarkan informasi lebih banyak dari “msconfig” di atas dan bisa membantu memberikan penjelasan atas program yang ada. Anda bisa menonaktifkan dan menghapus segala hal dari startup menggunakan tombol-tombol tersebut.

Jika Anda tidak ingin menginstalasikan software lain untuk membersihkan sistem Anda, System Explorer datang dalam versi portable dengan “startup manager” yang kaya fitur, lengkap dengan registry, pengecek virus online dan bahkan pencarian Google untuk nama file. Pada tab “system”, klik tab “startup” untuk melihat apa yang menyala secara otomatis pada PC Anda. Barikut adalah tampilannya:

Seperti Anda lihat, hanya dengan klik-kanan, Anda bisa langsung menuju registry editor atau melakukan pencarian pada ProcessLibrary.com atau Google untuk sebuah aplikasi. Selain itu, perusahaan pembuat program dan file path juga dimasukkan, menawarkan lebih banyak informasi tentang sebuah aplikasi dan apa yang bisa Anda lakukan untuk mematikannya.

Selain Ccleaner dan SystemExplorer, masih ada lagi alternati seperti MZ Ultimate Tweaker dan RegToy.

Tunda Proses Startup Aplikasi

Tentunya bukan hanya satu program saja yang mengakibatkan lambatnya startup PC Anda, melainkan merupakan hasil kumulatif dari semuanya. Anda bisa saja memeriksa daftar startup dan menyadari kalau Anda memang membutuhkan semuanya. Tetapi mungkin saja Anda tidak membutuhkan semuanya untuk dimulai pada saat yang bersamaan ketika Anda ingin mengecek email pada Outlook atau mengerjakan sebuah laporan buru-buru.

Aplikasi Startup Delayer bisa menunda proses “startup” aplikasi mulai dari 20 detik, beberapa menit, bahkan sampai ke satuan jam sehingga Anda bisa mulai bekerja sementara PC Anda memulai semua program startup secara bertahap. Apabila misalnya kita tidak membutuhkan proses Java Updater untuk dimulai setiap kali PC dinyalakan, kita dapat menunda startup program ini beberapa menit setelah PC dinyalakan.

Jangan Percaya dengan Mitos

Banyak sekali mitos, kesalahan persepsi dan petunjuk tentang cara mempercepat proses boot PC yang beredar. Anda harus hati-hati dalam memilah-milah mana yang benar. Jika Anda mempelajari lebih dalam mengenai tips online untuk mengoptimalkan Windows, Anda akan menemukan cara tentang menghapus paging gile, membersihkan registry, mengatur untuk penggunaan core PC secara manual dan banyak lagi tips lainnya. Sebelum Anda melakukannya, coba dulu cek artikel yang sangat menarik tentang mitos optimisasi Windows Lifehacker.

Untuk sumber artikel, silakan klik di sini.Biasanya setelah menekan tombol “Power” pada PC, Anda akan memiliki cukup waktu untuk menyeduh secangkir kopi atau teh akibat lamanya waktu yang dibutuhkan oleh komputer Anda untuk boot. Apalagi jika PC Anda memiliki segudang aplikasi yang secara otomatis menyala, mungkin selain kopi, Anda bisa sekalian mandi dan membuat sarapan terlebih dahulu.

Tanpa adanya peningkatan kinerja perangkat keras yang signifikan, memang tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat boot Windows. Tetapi masih ada cara untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan oleh desktop untuk mencapai kondisi “siap bekerja”. Mari kita simak beberapa cara di bawah ini, baik yang menggunakan kemampuan yang memang sudah tersedia dan aplikasi dari luar.

Ketika Anda menginstal aplikasi baru pada komputer Anda akhir-akhir ini, tidak sedikit yang langsung menjadikan dirinya sebuah program startup; entah untuk mengecek upgrade atau sekedar mengingatkan pengguna bahwa aplikasi tersebut telah di-instal sebagai ikon pada bagian kanan bawah PC seperti aplikasi chat seperti Skype.

Masalahnya muncul saat Anda menginstal banyak aplikasi yang jarang digunakan, tetapi mereka tetap muncul pada proses startup, hal ini sangat memakan siklus CPU, memori dan waktu. Cara mudah mengatasinya adalah hapus aplikasi-aplikasi yang memang tidak Anda gunakan.

Hapus Semua Startup Item

Walau banyak program yang dapat membersihkan aplikasi startup, sebenarnya Anda bisa melakukan hal itu secara manual tanpa menggunakan aplikasi tambahan.

Tempat terbaik, teraman dan paling mendasar untuk mulai melakukan hal ini adalah pada grup program “Startup” di “Start Menu” Windows. Navigasikan tetikus ke bagian “Startup” dan lihat program apa saja yang muncul. Klik kanan pada program yang tidak perlu aktif saat startup dan pilih “delete”.

Setelah melakukan proses tersebut, tiba saatnya mengeluarkan jurus pamungkas. Windows juga bisa mengaktifkan program secara otomatis dari tempat lain. Klik Start Menu, pilih “Run” lalu ketik “msconfig” dan tekan [ENTER] untuk masuk ke dalam fungsi konfigurasi sistem Windows. Pindah kepada tab “Startup” untuk melihat daftar yang lebih komprehensif tentang apa saja yang menyala secara otomatis. Coba lihat tampilannya di bawah ini.

Daftar tersebut memang terlihat rumit dan membingungkan. Apa itu “ctfmon” atau “RTHDCPL”? Kolom “command” yang terkadang memuat lokasi aplikasi, terkadang juga bisa memberikan petunjuk tentang isi aplikasi tersebut. Seperti biasa, Google selalu menjadi sahabat Anda dalam situasi seperti ini.

Dari sini Anda bisa menghilangkan tanda centang pada aplikasi yang tidak Anda inginkan untuk menyala pada proses startup. Jangan menghilangkan tanda centang pada aplikasi yang tidak Anda mengerti, mulailah pada aplikasi yang Anda tahu dan tidak digunakan. Sebagai contoh, Jika Anda bukan pengguna berat dari iTunes atau Quicktime, tapi aplikasi tersebut sebenarnya terinstalasikan pada PC untuk penggunaan kadang-kadang, Anda bisa menghilangkan tanda centang pada “QTTask” dan “iTunesHelper” dan kedua aplikasi ini tidak akan lagi muncul secara otomatis ketika Anda me-restart komputer.

Anda bisa menyalakan kedua aplikasi tersebut kembali dengan mengunjungi “msconfig” dan lakukan prose di atas kembali. Menggunakan “msconfig” memang membutuhkan sedikit keberanian dan pengetahuan dari pengguna Windows. Tapi, masih ada cara lain untuk melakukan proses yang sama dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga dan aplikasi-aplikas pembersih.

Unduh Program Optimisasi Windows

Sebenarnya ada banyak aplikasi lain yang memiliki kemampuan untuk mengatur “startup”, tapi mari kita lihat pada dua yang terbaik saja.

CCleaner (yang merupakan singkatan dari “Crap Cleaner“) bisa memeriksa sistem Anda untuk banyak hal yang berlebih dan menyingkirkannya. Klik tombol “Tools”, kemudian tombol “Startup” untuk mencapainya. Seperti Anda lihat, aplikasi ini menawarkan informasi lebih banyak dari “msconfig” di atas dan bisa membantu memberikan penjelasan atas program yang ada. Anda bisa menonaktifkan dan menghapus segala hal dari startup menggunakan tombol-tombol tersebut.

Jika Anda tidak ingin menginstalasikan software lain untuk membersihkan sistem Anda, System Explorer datang dalam versi portable dengan “startup manager” yang kaya fitur, lengkap dengan registry, pengecek virus online dan bahkan pencarian Google untuk nama file. Pada tab “system”, klik tab “startup” untuk melihat apa yang menyala secara otomatis pada PC Anda. Barikut adalah tampilannya:

Seperti Anda lihat, hanya dengan klik-kanan, Anda bisa langsung menuju registry editor atau melakukan pencarian pada ProcessLibrary.com atau Google untuk sebuah aplikasi. Selain itu, perusahaan pembuat program dan file path juga dimasukkan, menawarkan lebih banyak informasi tentang sebuah aplikasi dan apa yang bisa Anda lakukan untuk mematikannya.

Selain Ccleaner dan SystemExplorer, masih ada lagi alternati seperti MZ Ultimate Tweaker dan RegToy.

Tunda Proses Startup Aplikasi

Tentunya bukan hanya satu program saja yang mengakibatkan lambatnya startup PC Anda, melainkan merupakan hasil kumulatif dari semuanya. Anda bisa saja memeriksa daftar startup dan menyadari kalau Anda memang membutuhkan semuanya. Tetapi mungkin saja Anda tidak membutuhkan semuanya untuk dimulai pada saat yang bersamaan ketika Anda ingin mengecek email pada Outlook atau mengerjakan sebuah laporan buru-buru.

Aplikasi Startup Delayer bisa menunda proses “startup” aplikasi mulai dari 20 detik, beberapa menit, bahkan sampai ke satuan jam sehingga Anda bisa mulai bekerja sementara PC Anda memulai semua program startup secara bertahap. Apabila misalnya kita tidak membutuhkan proses Java Updater untuk dimulai setiap kali PC dinyalakan, kita dapat menunda startup program ini beberapa menit setelah PC dinyalakan.

Jangan Percaya dengan Mitos

Banyak sekali mitos, kesalahan persepsi dan petunjuk tentang cara mempercepat proses boot PC yang beredar. Anda harus hati-hati dalam memilah-milah mana yang benar. Jika Anda mempelajari lebih dalam mengenai tips online untuk mengoptimalkan Windows, Anda akan menemukan cara tentang menghapus paging gile, membersihkan registry, mengatur untuk penggunaan core PC secara manual dan banyak lagi tips lainnya. Sebelum Anda melakukannya, coba dulu cek artikel yang sangat menarik tentang mitos optimisasi Windows Lifehacker.

Untuk sumber artikel, silakan klik di sini.Biasanya setelah menekan tombol “Power” pada PC, Anda akan memiliki cukup waktu untuk menyeduh secangkir kopi atau teh akibat lamanya waktu yang dibutuhkan oleh komputer Anda untuk boot. Apalagi jika PC Anda memiliki segudang aplikasi yang secara otomatis menyala, mungkin selain kopi, Anda bisa sekalian mandi dan membuat sarapan terlebih dahulu.

Tanpa adanya peningkatan kinerja perangkat keras yang signifikan, memang tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat boot Windows. Tetapi masih ada cara untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan oleh desktop untuk mencapai kondisi “siap bekerja”. Mari kita simak beberapa cara di bawah ini, baik yang menggunakan kemampuan yang memang sudah tersedia dan aplikasi dari luar.

Ketika Anda menginstal aplikasi baru pada komputer Anda akhir-akhir ini, tidak sedikit yang langsung menjadikan dirinya sebuah program startup; entah untuk mengecek upgrade atau sekedar mengingatkan pengguna bahwa aplikasi tersebut telah di-instal sebagai ikon pada bagian kanan bawah PC seperti aplikasi chat seperti Skype.

Masalahnya muncul saat Anda menginstal banyak aplikasi yang jarang digunakan, tetapi mereka tetap muncul pada proses startup, hal ini sangat memakan siklus CPU, memori dan waktu. Cara mudah mengatasinya adalah hapus aplikasi-aplikasi yang memang tidak Anda gunakan.

Hapus Semua Startup Item

Walau banyak program yang dapat membersihkan aplikasi startup, sebenarnya Anda bisa melakukan hal itu secara manual tanpa menggunakan aplikasi tambahan.

Tempat terbaik, teraman dan paling mendasar untuk mulai melakukan hal ini adalah pada grup program “Startup” di “Start Menu” Windows. Navigasikan tetikus ke bagian “Startup” dan lihat program apa saja yang muncul. Klik kanan pada program yang tidak perlu aktif saat startup dan pilih “delete”.

Setelah melakukan proses tersebut, tiba saatnya mengeluarkan jurus pamungkas. Windows juga bisa mengaktifkan program secara otomatis dari tempat lain. Klik Start Menu, pilih “Run” lalu ketik “msconfig” dan tekan [ENTER] untuk masuk ke dalam fungsi konfigurasi sistem Windows. Pindah kepada tab “Startup” untuk melihat daftar yang lebih komprehensif tentang apa saja yang menyala secara otomatis. Coba lihat tampilannya di bawah ini.

Daftar tersebut memang terlihat rumit dan membingungkan. Apa itu “ctfmon” atau “RTHDCPL”? Kolom “command” yang terkadang memuat lokasi aplikasi, terkadang juga bisa memberikan petunjuk tentang isi aplikasi tersebut. Seperti biasa, Google selalu menjadi sahabat Anda dalam situasi seperti ini.

Dari sini Anda bisa menghilangkan tanda centang pada aplikasi yang tidak Anda inginkan untuk menyala pada proses startup. Jangan menghilangkan tanda centang pada aplikasi yang tidak Anda mengerti, mulailah pada aplikasi yang Anda tahu dan tidak digunakan. Sebagai contoh, Jika Anda bukan pengguna berat dari iTunes atau Quicktime, tapi aplikasi tersebut sebenarnya terinstalasikan pada PC untuk penggunaan kadang-kadang, Anda bisa menghilangkan tanda centang pada “QTTask” dan “iTunesHelper” dan kedua aplikasi ini tidak akan lagi muncul secara otomatis ketika Anda me-restart komputer.

Anda bisa menyalakan kedua aplikasi tersebut kembali dengan mengunjungi “msconfig” dan lakukan prose di atas kembali. Menggunakan “msconfig” memang membutuhkan sedikit keberanian dan pengetahuan dari pengguna Windows. Tapi, masih ada cara lain untuk melakukan proses yang sama dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga dan aplikasi-aplikas pembersih.

Unduh Program Optimisasi Windows

Sebenarnya ada banyak aplikasi lain yang memiliki kemampuan untuk mengatur “startup”, tapi mari kita lihat pada dua yang terbaik saja.

CCleaner (yang merupakan singkatan dari “Crap Cleaner“) bisa memeriksa sistem Anda untuk banyak hal yang berlebih dan menyingkirkannya. Klik tombol “Tools”, kemudian tombol “Startup” untuk mencapainya. Seperti Anda lihat, aplikasi ini menawarkan informasi lebih banyak dari “msconfig” di atas dan bisa membantu memberikan penjelasan atas program yang ada. Anda bisa menonaktifkan dan menghapus segala hal dari startup menggunakan tombol-tombol tersebut.

Jika Anda tidak ingin menginstalasikan software lain untuk membersihkan sistem Anda, System Explorer datang dalam versi portable dengan “startup manager” yang kaya fitur, lengkap dengan registry, pengecek virus online dan bahkan pencarian Google untuk nama file. Pada tab “system”, klik tab “startup” untuk melihat apa yang menyala secara otomatis pada PC Anda. Barikut adalah tampilannya:

Seperti Anda lihat, hanya dengan klik-kanan, Anda bisa langsung menuju registry editor atau melakukan pencarian pada ProcessLibrary.com atau Google untuk sebuah aplikasi. Selain itu, perusahaan pembuat program dan file path juga dimasukkan, menawarkan lebih banyak informasi tentang sebuah aplikasi dan apa yang bisa Anda lakukan untuk mematikannya.

Selain Ccleaner dan SystemExplorer, masih ada lagi alternati seperti MZ Ultimate Tweaker dan RegToy.

Tunda Proses Startup Aplikasi

Tentunya bukan hanya satu program saja yang mengakibatkan lambatnya startup PC Anda, melainkan merupakan hasil kumulatif dari semuanya. Anda bisa saja memeriksa daftar startup dan menyadari kalau Anda memang membutuhkan semuanya. Tetapi mungkin saja Anda tidak membutuhkan semuanya untuk dimulai pada saat yang bersamaan ketika Anda ingin mengecek email pada Outlook atau mengerjakan sebuah laporan buru-buru.

Aplikasi Startup Delayer bisa menunda proses “startup” aplikasi mulai dari 20 detik, beberapa menit, bahkan sampai ke satuan jam sehingga Anda bisa mulai bekerja sementara PC Anda memulai semua program startup secara bertahap. Apabila misalnya kita tidak membutuhkan proses Java Updater untuk dimulai setiap kali PC dinyalakan, kita dapat menunda startup program ini beberapa menit setelah PC dinyalakan.

Jangan Percaya dengan Mitos

Banyak sekali mitos, kesalahan persepsi dan petunjuk tentang cara mempercepat proses boot PC yang beredar. Anda harus hati-hati dalam memilah-milah mana yang benar. Jika Anda mempelajari lebih dalam mengenai tips online untuk mengoptimalkan Windows, Anda akan menemukan cara tentang menghapus paging gile, membersihkan registry, mengatur untuk penggunaan core PC secara manual dan banyak lagi tips lainnya. Sebelum Anda melakukannya, coba dulu cek artikel yang sangat menarik tentang mitos optimisasi Windows Lifehacker.

Untuk sumber artikel, silakan klik di sini.