Sembuhkan Penyakit dengan Mandi

19 02 2009

TERNYATA mandi tak hanya bermanfaat untuk membersihkan badan, tapi juga menyembuhkan beberapa penyakit. Selain meningkatkan kekebalan tubuh, mandi juga berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu agar kulit terhindar dari penyakit kulit seperti eksim bahkan sampai masalah medis yang serius.

Suatu studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan penderita diabetes yang menghabiskan waktu setengah jam berendam dalam bak air hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13%.

Penelitian terpisah di Jepang menunjukkan 10 menit berendam dalam air hangat dapat memperbaiki kesehatan jantung baik pria maupun wanita, membantu mereka mengatasi test olahraga lebih baik dan mengurangi rasa sakit.

Lantas, apa saja manfaat mandi dan berapa lama idealnya Anda sebaiknya mandi? Mau tahu lebih banyak? Berikut informasinya:

1. Mengeluarkan Racun
Mandi air hangat sekitar 32-35 derajat Celsius membuka pori-pori yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air hangat juga dapat membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar bekerja dengan baik. Waktu yang dianjurkan selama 10-20 menit.

2. Stress
Jika Anda benar-benar mengalami stress, mandi air dingin akan menjadi jawaban yang tepat. Temperatur yang dianjurkan sekitar 12-18 derajat Celsius.

Mandi air dingin sangat baik meredakan ketegangan, sebaliknya dari air hangat karena mandi air dingin dapat mempersempit darah dan meningkatkan tingkat gula darah.

3. Eksim
Penyakit kulit tertentu seperti eksim, ruam atau gatal-gatal dengan menambahkan baking soda (sodium bicarbonate) ke dalam bak mandi dapat membuat perbedaan besar. Sodium bicarbobate bertindak sebagai antiseptik.

Isi air dengan air hangat kuku, tambahkan kira-kira satu pound baking soda dan aduk sampai rata. Dianjurkan berendam selama 10-20 menit.

4. Infeksi
Infeksi yeast seperti sariawan dapat dibantu dengan menambahkan tiga atau empat cuka dari sari buah apel ke dalam bak mandi. Ini juga baik untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh karena cuka dapat menyeimbangkan kembali asam.

Tambahkan pada air hangat dan berendam selama 15-20 menit.

5. Flu dan Sakit Kepala
Merendam kaki dalam air hangat dapat membantu menyembuhkan flu dan sakit kepala dan juga menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukkan air hangat secukupnya dalam bak sampai menutupi kaki dan pergelangan kaki tambahkan beberapa tetes minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Setelah selesai basuh dengan air dingin. Lakukan selama 10-20 menit.

6. Insomnia
Merendam kaki dalam air dingin sangat baik bagi Anda yang memiliki masalah insomnia atau mereka yang memiliki masalah tidur. Masukan kaki sampai kaki merasa dingin.

Pengobatan ini juga berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, flu dan sembelit.

7. Memperlancar Sirkulasi Darah

Cobalah merendam kaki secara bergantian antara air hangat dan air dingin jika Anda mengalami masalah sirkulasi darah.

Mulai dengan merendam kaki selama satu atau dua menit dalam air hangat, kemudian 30 menit dalam air dingin. Cobalah lakukan selama 15 menit kemudian diselesaikan dengan air dingin.




Terus Khawatir Soal Kesehatan Bisa Jadi Sumber Penyakit

21 10 2008

Apakah anda ingin membuat kesehatan gusi anda memburuk? Begitu juga dengan jantung anda, dan anda jadi mudah terserang penyakit mulai dari demam biasa hingga kanker? Bersikap khawatir lah terhadap kesehatan anda! Itu lah jawaban menurut kajian dalam majalah Perhimpunan Sains Psikologi, Oberserver, terbitan akhir Desember. Tulisan tersebut mengungkap hasil penelitian baru lintas disiplin ilmu psikologi, obat, ilmu syaraf dan genetika, bahwa mekanisme yang menambah kuat stress dengan cepat dapat dipahami.

Bukti yang bertambah banyak memperlihatkan kepekaan kita pada stress saat dewasa sudah “tertata” pada masa kecil, demikian isi artikel kajian itu, seperti dikutip Xinhuanet.

Secara khusus, jumlah stress yang dialami pada masa kanak-kanak membuat peka satu organisme hingga tingkat tertentu kesengsaraan; tingginya tingkat stress pada masa kanak-kanak mungkin menghasilkan kondisi yang sangat peka terhadap stress dalam kehidupan selanjutnya, serta depresi saat dewasa.

Kejadiannya seperti karena hewan menimbulkan kesusahan yang kronis, misalnya konflik besar, kehilangan barang, peristiwa itu mungkin menimbulkan kenangan mengenai kejadian serupa pada masa depan, dan tubuh mereka harus segera menyesuaikan diri.

Menurut penelitian tersebut, sebagian orang, dan juga hewan, lebih rentan terhadap stress. Satu studi pada 2007 mendapati bahwa tikus yang cenderung menghadapi stress menghasilkan terlalu banyak protein tertentu, yang tampaknya membuat mereka bereaksi berlebihan.

Selain sakit jantung, gangguan stress pasca-trauma dan depresi, stress kronis telah berkaitan dengan berbagai penyakit seperti gangguan usus, sakit gusi, disfungsi ereksi, gangguan pertumbuhan dan bahkan kanker.

Satu studi menemukan bahwa orang yang mengalami banyak stress di tempat kerja lebih mungkin untuk terserang diabetes Jenis 2.

Penelitian baru-baru ini juga memperlihatkan bahwa hormon stress dapat mengakibatkan gangguan kulit seperti “psoriasis” dan eksim. Peningkat hormon stress secara kronis telah terbukti meningkatkan pertumbuhan sel-sel pra-kanker dan tumor; hormon itu juga menurunkan daya tahan tubuh terhadap HIV dan virus penyebab kanker seperti virus “papilloma” (pendahulu kanker tengkuk pada perempuan). (ANTARA News)




Penderita AIDS Rentan Terkena Penyakit Kulit

3 09 2008

Penderita penyakit AIDS sangat rentan terkena penyakit kulit, selain karena kekebalan tubuh yang sudah jauh menurun, faktor lingkungan kurang bersih juga dapat menjadi penyebabnya.

“Tercatat ada sekitar 50 orang penderita AIDS di RS Adam Malik Medan yang mengalami penyakit kelainan kulit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Umar Zein di Medan, Selasa.

Ia mengatakan, di Medan penyakit kulit termasuk 10 besar ragam penyakit yang diderita masyarakat, karena itu tidak heran jika semakin banyak pula klinik penyakit kulit dengan penanganan yang profesional hadir ditengah masyarakat.

Meski demikian saat ini banyak juga muncul klinik penyakit kulit yang ditangani pihak-pihak yang sebenarnya tidak berkompeten.

“Jadi dengan hadirnya klinik-klinik yang dikelola tenaga profesional dibidangnya, maka masyarakat akan terlayani dengan baik. Dengan demikian derajat kesehatan masyarakat juga akan meningkat,” katanya.

Ia juga mengharapkan peranan dokter spesialis kulit untuk memberikan informasi baik berupa preventif maupun promotif tentang penanganan ragam penyakit kulit, sehingga masyarakat bisa tepat sasaran jika menderita penyakit kulit untuk datang konsultasi atau berobat.

Selama ini banyak orang yang menderita penyakit kulit datang berobat ke bidan atau dokter umum, sehingga diagnosa dan penyembuhannya tidak tepat dan lama, untuk itu peranan dokter untuk sosialisasi harus lebih gencar lagi,” katanya.