10 Resolusi Sehat Tahun 2009

1 01 2009
GB

Jakarta - Janji untuk berhenti merokok, menurunkan berat badan, atau mencoba hidup sehat Anda sempat tertunda di tahun lalu? Kini saatnya untuk mewujudkan kembali hal-hal yang sempat tertunda tersebut dengan sebuah resolusi di tahun baru. Bagaimana cara membuat resolusi tersebut tetap terjaga dan terlaksana? Simak info berikut! Inilah saatnya menyongsong tahun baru. Setiap orang berjanji untuk berusaha hidup sehat di tahun baru, setelah memanjakan diri selama liburan. Biasanya setiap orang memiliki cita-cita yang positif saat berencana untuk membuat resolusi mereka di tahun baru. Meskipun untuk mewujudkan resolusi tersebut tidaklah mudah. Pelatih kesehatan di Gordian Health Solutions Inc, sebuah perusahaan yang membantu individu memilih perilaku sehat setiap hari dalam setahun, ingin berbagi beberapa tips kepada Anda untuk menjaga 10 resolusi sehat yang umumnya sering dibuat. Menurut pelatih kesehatan Gordian, adalah penting untuk membuat tujuan dan resolusi sebagai “SMART” (Specific, Measurable, Achievable, Rewarding, Timely) sesegera mungkin. Mereka menganjurkan agar membuat tujuan dan kemudian mengembangkannya menjadi langkah-langkah berupa aksi nyata yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Pelatih kesehatan tersebut juga merekomendasikan agar motivasi sesungguhnya dibalik tujuan yang diinginkan setiap individu tetap terjaga, dan memastikan bahwa segala bantuan akan selalu siap sedia jika diperlukan. Di bawah ini adalah 10 resolusi sehat yang umum dan membantu setiap individu agar menjadi lebih “SMARTer”:

  • “Mulailah Berusaha.” Buatlah beberapa langkah nyata untuk membuat resolusi Anda terlihat lebih spesifik, seperti “Saya akan berjalan di treadmill selama 30 menit, 3 atau 4 kali seminggu” atau ” Saya akan memakai ‘pedometer’ atau penghitung langkah saat bekerja, memarkirkan kendaraan lebih jauh dari pintu masuk kantor dan lebih memilih tangga daripada lift untuk memperoleh lebih banyak langkah per hari.”
  • “Menurunkan Berat Badan.” Buatlah tujuan Anda lebih terjangkau dan tepat waktu, seperti “Saya akan menurunkan berat badan 5 pounds di akhir bulan ini.” Kemudian wujudkan dengan beberapa langkah yang berhubungan dengan perubahan nutrisi makanan, melakukan olah raga, dll.
  • “Mengkonsumsi Makanan Sehat.” Ubah pikiran Anda dari “Saya akan berdiet” menjadi “Saya membuat perubahan gaya hidup dengan memperbaiki kebiasaan makan saya.” Pertimbangkan untuk membuat ‘food journal’ untuk mendapatkan hal-hal spesifik yang dapat Anda ubah. Langkah-langkah spesifik yang dapat diambil tersebut misalnya “Saya akan membatasi makanan yang manis-manis sebanyak 2 kali seminggu” atau “Saya akan mengurangi konsumsi fast food dari 3 kali seminggu menjadi sekali seminggu” atau “Saya akan meningkatkan porsi buah-buahan dan sayuran menjadi lima porsi per hari.”
  • “Berhenti Merokok.” Tentukan sebuah tanggal yang realistis untuk berhenti merokok. Pastikan Anda tidak menyerah dan gagal untuk berhenti merokok terutama di saat-saat stress. Jika Anda perokok berat, berbicaralah pada dokter dan pertimbangkan untuk menggunakan terapi pengganti nikotin seperti permen karet atau pengobatan. Bersihkan rumah Anda dari semua yang berhubungan dengan rokok atau perlengkapan rokok (asbak, lighters, kotak rokok, dll). Atur langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi tembakau Anda secara perlahan, seperti “Saya akan mengurangi rokok dengan satu batang rokok per hari selama seminggu penuh.”
  • “Mengurangi Stress” Cari tahu dan tuliskan penyebab stress Anda. Mengidentifikasi stress merupakan langkah positif yang dapat diambil ketika stress datang dan mengetahui bentuk dukungan apa yang Anda miliki. Sebuah langkah realistis yang diambil mungkin seperti “Selama masa stress, saya akan belajar teknik mengambil napas dalam-dalam, menulis di jurnal atau pergi berjalan-jalan untuk menjernihkan pikiran.”
  • “Berhenti Mengkonsumsi Fast Food.” Beberapa orang tidak selalu berhasil untuk langsung berhenti mengkonsumsi fast food, jadi mulailah dengan membiasakan diri Anda dengan pilihan yang lebih menyehatkan dalam memilih menu fast food. Cobalah untuk menggunakan website restoran untuk mencari tahu tentang informasi nutrisi, atau mengambil pamflet nutrisi dalam restoran. Berusahalah meraih rencana kedepan dan bawalah daftar nutrisi makanan selalu bersama Anda. Buatlah spesifik langkah-langkah seperti berikut “Saya akan makan di fast food restoran tidak lebih dari sekali dalam seminggu.”
  • “Berhenti Minum Soda.” Mungkin tidak realistis jika harus berhenti sama sekali meminum soda untuk diet Anda. Berpikirlah untuk mengurangi jumlah soda yang Anda minum. Sebagai contoh, cobalah untuk mencampurnya dengan diet soda untuk menurunkan kalori, atau cobalah untuk mengganti dengan sirup, teh tanpa gula, atau teh hijau. Sebagai contoh tindakan yang harus dilakukan dapat berupa “Saya akan mengurangi jumlah konsumsi soda yang saya minum dari sekali per hari menjadi dua kali per minggu.”
  • “Minum Banyak Air Putih.” Tanyakan diri Anda bagaimana dapat memperbanyak konsumsi air minum. Langkah spesifik dan nyata yang bisa diambil, seperti “Saya akan membawa botol air yang dapat diisi ulang saat saya pergi” atau “Saya akan mengganti minuman berkalori dengan air putih atau sirup.”
  • “Tidur Lebih Banyak.” Pikirkanlah cara untuk mencapai tujuan ini. Sebuah contoh tindakan untuk melaksanakan hal ini adalah “Saya akan pergi tidur 30 menit lebih cepat dari biasanya dan menghindari kafein di malam hari.” Tetapkan waktu tidur yang lebih tegas, dan berusahalah tetap konsisten terhadap jadwal sehingga membuat tubuh Anda terbiasa. Keluarga yang memiliki anak-anak biasanya memperoleh keuntungan dengan menerapkan jadwal rutin untuk tidur di waktu yang sama pada malam hari.
  • “Mengurangi Alkohol.” Hitunglah sudah berapa banyak alkohol yang sudah Anda minum saat ini. Putuskan berapa jumlah yang cukup realistis untuk menguranginya. Sebagai contoh, jika Anda tipe orang yang pergi minum saat akhir pekan dan meminum enam atau delapan gelas bir, batasi diri Anda dengan meminumnya menjadi dua gelas bir sebagai target Anda. Jika diperlukan, rencanakan langkah demi langkah dengan tindakan seperti “Saya akan menyingkirkan alkohol dari rumah” atau Saya akan menghidari situasi dimana disajikan minuman beralkohol.” Carilah orang-orang yang mendukung (atau bergabunglah pada suatu grup pendukung) yang dapat membantu untuk tetap menjaga resolusi Anda.

( dev / Odi )




Tips Memasak Mie Instan Yang Aman

29 12 2008

http://www.geocities.com/black_cover/mieinstan.jpg

Anda suka makan mie instan? Memang di zaman yang serba praktis seperti sekarang ini, segala sesuatu dituntut untuk serba cepat.

Hal ini juga berlaku dalam kegiatan makan sehari-hari, apalagi jika Anda tergolong orang yang sibuk.

Oleh sebab itu, makanan cepat saji begitu menjamur akhir-akhir ini.

Bagi yang tidak memiliki dana lebih untuk membeli makanan sehat, maka biasanya mie instan-lah yang jadi pilihan.

Berikut ada beberapa tips yang bisa membantu Anda untuk mengurangi kadar ‘racun’ yang terkandung di mie instan. Mari kita simak bersama.

Didihkan air yang agak banyak, tunggu sampai air benar-benar mendidih. Setelah itu, pisahkan air menjadi dua bagian (tuang ke dalam dua panci berbeda).

Masukkan mie ke panci pertama (atau panci pencuci lilin mie), dan didihkan kembali. Tunggu hingga air menjadi agak menguning (ini tanda bahwa lapisan lilin yang terdapat di permukaan mie instan mulai luntur).
Setelah itu, angkat dan tiriskan.

Jika Anda menginginkan mie instan kuah, masukkan mie yang telah ‘dicuci’ ke dalam panci kedua, didihkan sebentar, sambil menambahkan sayur atau telur jika Anda suka.

Nah, dijamin mie instan lebih ‘aman’ jika dimasak hingga dua kali. Selamat mencoba!




Penderita AIDS Rentan Terkena Penyakit Kulit

3 09 2008

Penderita penyakit AIDS sangat rentan terkena penyakit kulit, selain karena kekebalan tubuh yang sudah jauh menurun, faktor lingkungan kurang bersih juga dapat menjadi penyebabnya.

“Tercatat ada sekitar 50 orang penderita AIDS di RS Adam Malik Medan yang mengalami penyakit kelainan kulit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Umar Zein di Medan, Selasa.

Ia mengatakan, di Medan penyakit kulit termasuk 10 besar ragam penyakit yang diderita masyarakat, karena itu tidak heran jika semakin banyak pula klinik penyakit kulit dengan penanganan yang profesional hadir ditengah masyarakat.

Meski demikian saat ini banyak juga muncul klinik penyakit kulit yang ditangani pihak-pihak yang sebenarnya tidak berkompeten.

“Jadi dengan hadirnya klinik-klinik yang dikelola tenaga profesional dibidangnya, maka masyarakat akan terlayani dengan baik. Dengan demikian derajat kesehatan masyarakat juga akan meningkat,” katanya.

Ia juga mengharapkan peranan dokter spesialis kulit untuk memberikan informasi baik berupa preventif maupun promotif tentang penanganan ragam penyakit kulit, sehingga masyarakat bisa tepat sasaran jika menderita penyakit kulit untuk datang konsultasi atau berobat.

Selama ini banyak orang yang menderita penyakit kulit datang berobat ke bidan atau dokter umum, sehingga diagnosa dan penyembuhannya tidak tepat dan lama, untuk itu peranan dokter untuk sosialisasi harus lebih gencar lagi,” katanya.